PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas melalui program Waste for Waste, sebuah sistem pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali limbah agar bernilai ekonomi. Program ini dijalankan di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Waste for Waste: Mengubah Sampah Jadi Sumber Daya
Menurut Senior Vice President Geoengineering and Environmental PT Freeport Indonesia Ardhin Yuniar, program Waste for Waste dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. "Melalui Waste for Waste kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi sumber daya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Ardhin pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Kemukem, Jumat 3 Juli 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhamad Yani menyambut baik rangkaian acara yang digelar PTFI karena menyatukan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, dan edukasi lingkungan sebagai langkah konkret menghadapi dampak perubahan iklim. "Perubahan iklim harus dibarengi dengan aksi nyata seperti penanaman mangrove untuk mengamankan wilayah pesisir utara. Sinergi semacam ini patut senantiasa dikokohkan," ucap Yani.
Aksi Bersih Pantai dan Bank Sampah
Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar PTFI melibatkan sekitar 2.000 peserta melalui berbagai kegiatan, antara lain penanaman mangrove, Environmental Awareness Workshop, Student Exhibition, dan aksi bersih Pantai Kemukem. Aksi bersih pantai tersebut melibatkan sekitar 350 peserta dan berhasil mengumpulkan 1.626,2 kilogram sampah. Seluruh sampah dipilah untuk didaur ulang, diolah menjadi kompos, atau dibawa ke tempat pemrosesan akhir sesuai ketentuan.
Sebagai penguatan program, PTFI juga menyerahkan bantuan Bank Sampah Induk kepada desa penerima manfaat guna mendukung keberlanjutan program Waste for Waste. Yani juga mendorong pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) tingkat kawasan yang memakai prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) agar sampah dapat ditangani langsung dari sumbernya.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Program Waste for Waste diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan melibatkan komunitas lokal dan pemerintah daerah, PTFI berupaya memastikan bahwa aksi bersih lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup dan sumber pendapatan baru.



