Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyisir ulang data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu satu bulan. Langkah ini diambil untuk mempertajam tata kelola program yang menjadi andalan pemerintah tersebut.
Wakil Kepala BGN Ungkap Potensi Penurunan Penerima
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa angka penerima manfaat MBG berpeluang turun setelah proses penyisiran ulang dilakukan. Namun, ia belum bisa memastikan total pasti penerima karena proses masih berlangsung. "Kami diberi waktu lagi oleh bapak presiden untuk mempertajam lagi tata kelola, diberi waktu sebulan, jadi nanti dengan hasil penyisiran tadi dari 62,7 juta, saya yakin sebenarnya akan otomatis mengikuti," kata Arum di kantor Pusat BGN, Jakarta, pada Selasa (21 Juli 2026).
Deputi BGN Pastikan Data Penerima Akan Dikaji Ulang
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Hutapea, menegaskan bahwa seluruh data penerima MBG akan dikaji ulang secara menyeluruh. "Kita akan me-review ulang semua data. Nanti kemudian kita akan tentu akan bersama-sama dengan pimpinan untuk kemudian menetapkan lagi, termasuk tentu target tadi. Indikator apa yang paling penting untuk bisa kita tuangkan lagi," jelasnya.
BGN Umumkan Jajaran Eselon 1 Baru
Pada kesempatan yang sama, BGN mengumumkan jajaran pejabat Eselon 1 yang baru ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden (Keppres). Berikut daftar lengkapnya:
- Lili Khamiliyah – Sekretaris Utama
- Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea – Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola
- Zainuri – Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran
- Mariman Darto – Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
- Ketut Sumedana – Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan
Ketut Sumedana sebelumnya dikenal sebagai mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung. Penunjukan ini diharapkan memperkuat tata kelola dan pengawasan program MBG ke depannya.



