Potongan Ojol 8% Tak Dongkrak Pendapatan Driver, Ini Hitungannya
Potongan Ojol 8% Tak Dongkrak Pendapatan Driver

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menyatakan bahwa pemangkasan potongan aplikasi ojek online (ojol) dari 20% menjadi 8% tidak berdampak pada peningkatan pendapatan pengemudi. Kebijakan yang berlaku sejak 1 Juli 2026 itu dinilai tidak efektif karena adanya biaya tambahan yang membuat potongan total justru lebih besar.

Pendapatan Harian Masih Rp50-100 Ribu

Lily menjelaskan bahwa pendapatan harian pengemudi ojol masih berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000. "Hingga saat ini potongan komisi 8% ojol tidak berpengaruh pada peningkatan pendapatan pengemudi ojol," kata Lily saat dihubungi detikcom, Rabu (8/7/2026).

Ia mencontohkan satu kasus di mana konsumen membayar Rp15.500. Aplikator memotong Rp3.500 dengan rincian Biaya Aplikasi Rp2.500 dan Biaya Asuransi Rp1.000. Dari sisa Rp12.000, dipotong lagi 8% sehingga pengemudi hanya menerima Rp11.040. Total potongan aplikasi mencapai 29%.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Biaya Tambahan Bikin Potongan Efektif Lebih Tinggi

Menurut Lily, seharusnya biaya aplikasi dan biaya asuransi dihapuskan agar pengemudi tidak dipotong dua kali per orderan. "Hal inilah yang membuat pendapatan para pengemudi tidak mengalami kenaikan," tegasnya.

Indonesia menerapkan 'Model Aditif' di mana tarif yang diterima pengemudi menganut sistem biaya tetap (fixed cost). Dengan skema ini, perubahan potongan hanya mengurangi pendapatan aplikator, tanpa meningkatkan pendapatan pengemudi. Akibatnya, kenaikan pendapatan driver menjadi terkunci.

Potongan 8% Tak Berarti Pendapatan Naik

Secara sekilas, penurunan potongan dari 20% ke 8% seharusnya menaikkan pendapatan. Namun realitas menunjukkan kondisi berbeda karena adanya biaya tambahan yang tetap dibebankan kepada pengemudi. SPAI mendorong pemerintah dan aplikator untuk mengevaluasi skema biaya agar benar-benar menguntungkan pengemudi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga