KOMPAS.com – Ancaman penangkapan ikan berlebihan atau yang dikenal dengan istilah overfishing berpotensi besar mengganggu ketersediaan pangan laut di masa mendatang. Hal ini disampaikan oleh Program Director Marine Stewardship Council (MSC) Indonesia, Hirmen Syofyanto, dalam sebuah acara di IKEA Alam Sutera pada Selasa, 9 Juni 2026.
Dampak Overfishing bagi Lingkungan dan Masyarakat
Menurut Hirmen, dampak overfishing tidak hanya dirasakan oleh lingkungan laut, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan. “Jadi bahaya overfishing selain yang pertama itu menyebabkan kehilangan mata pencaharian bagi nelayan itu sendiri, juga menyebabkan kerusakan pada habitat dan ekosistem,” jelasnya.
Kerusakan Habitat dan Ekosistem Laut
Lebih lanjut, Hirmen menjelaskan bahwa praktik penangkapan ikan berlebihan dapat merusak habitat laut seperti terumbu karang dan padang lamun, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Hal ini berpotensi menurunkan populasi ikan secara drastis dan mengancam keberlanjutan sumber daya laut.
Pentingnya Perikanan Berkelanjutan
MSC Indonesia mendorong praktik perikanan berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan pangan laut dan melindungi mata pencaharian nelayan. Sertifikasi MSC menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa produk perikanan berasal dari sumber yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut, diharapkan masyarakat dan pelaku industri perikanan dapat berperan aktif dalam mencegah overfishing demi masa depan pangan laut yang lebih baik.



