Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Kamis (18/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Jumhur meninjau langsung pembangunan sekat kanal yang menjadi garda terdepan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kunjungan ke Lokasi Sekat Kanal
Pantauan detikcom di lokasi, Jumhur tiba sekitar pukul 10.45 WIB. Ia didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Bupati Pelalawan Zukri. Rombongan disambut oleh Camat Kuala Kampar Tengku Radi Guspandiar. Sebelum peninjauan, Menteri Jumhur dan rombongan melakukan penanaman pohon aren di area lapangan Kuala Kampar sebagai wujud nyata gerakan restorasi lingkungan.
Setelah acara penyambutan, rombongan bergerak menuju lokasi pembangunan sekat kanal di Desa Sungai Perak. Karena akses terbatas dan tidak ada kendaraan roda empat di Pulau Mendol, Jumhur dan rombongan menggunakan sepeda motor warga. Mereka menempuh perjalanan sejauh 4,2 kilometer membelah jalanan pulau. Sesampainya di titik pemberhentian terakhir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 200 meter untuk mencapai lokasi pembangunan kanal.
Pentingnya Sekat Kanal di Lahan Gambut
Menteri Jumhur menjelaskan bahwa pembangunan sekat kanal sangat krusial di wilayah gambut seperti Kuala Kampar. Sekat kanal berfungsi mengatur tinggi muka air tanah agar lahan gambut tetap basah meski di musim kemarau.
"Kita di berbagai wilayah di tanah air yang memiliki lahan gambut adalah fakta. Lahan gambut itu apabila dia tidak digenangi secara terus menerus pada saat yang sama terus disinari oleh matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar itu fakta," tutur Jumhur di lokasi.
"Jadi bencana lahan terbakar itu pada dasarnya bencana alami. Namun itu bisa disiasati, terlebih lagi kalau kita bisa memastikan ada air yang selalu menggenangi," jelasnya.
Teknis Pembangunan Sekat Kanal
Sesuai teknisnya, sekat kanal yang dibangun memiliki lebar sekitar 3 meter. Di beberapa titik, sekat dibuat bertingkat mengikuti elevasi lahan untuk memastikan air meresap sempurna ke dalam kubah gambut.
"Kedatangan saya ke sini adalah untuk menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah membangun sekat-sekat kanal, membuat semacam bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar sini itu adalah bagian dari upaya untuk memitigasi agar bencana kebakaran lahan bisa dikurangi," tutur Jumhur.
Program Restorasi Gambut di Riau
Pembangunan sekat kanal di Desa Sungai Perak ini merupakan bagian dari rangkaian program restorasi gambut di Riau guna memastikan provinsi tersebut bebas dari kabut asap akibat karhutla.
"Mudah-mudahan usaha ditambah dengan doa yang kuat tentunya, mudah-mudahan Tuhan tidak mengizinkan api atau panas itu membakar lahan kita. Sehingga kita bisa bekerja seperti biasa, tidak menimbulkan emisi gas rumah kaca, tidak mengganggu siapapun termasuk mengganggu masyarakat," pungkasnya.
Setelah meninjau lokasi pembangunan sekat kanal, Jumhur dan rombongan menggelar dialog bersama warga untuk belanja masalah di kawasan Pulau Mendol, Kuala Kampar, Riau.



