Warga New York City dihebohkan dengan insiden gedung pencakar langit yang nyaris ambruk akibat kolom penyangga bengkok. Pengembang proyek tersebut memastikan bangunan memiliki struktur yang kuat dan tidak akan runtuh sepenuhnya.
Pengembang Klaim Kekhawatiran Berlebihan
Nathan Berman dari MetroLoft, pengembang gedung, mengklaim bahwa ancaman ambruk itu sedikit dibesar-besarkan. Menurutnya, kejadian pada Selasa (7/7/2026) merupakan 'kecelakaan aneh' yang dipicu oleh beban tambahan pada bangunan.
Gedung bekas kantor Pfizer ini sedang direnovasi untuk menambah sejumlah lantai, mengubah fungsi dari komersial menjadi residensial. Berman menegaskan bahwa proyek dirancang dengan baik dan disetujui oleh para insinyur struktur.
"Ini adalah kecelakaan aneh yang terjadi pada dua kolom spesifik ini yang entah tidak diperkuat atau tidak diperkuat secara memadai, dan kolom tersebut runtuh. Itu saja. Tidak ada misteri, dan tidak ada keajaiban," jelas Berman kepada The Real Deal, dikutip dari Realtor, Kamis (9/7/2026).
Penyebab Kolom Bengkok
Berman mengatakan penyebab kolom tambahan itu bengkok tidak jelas, namun kolom tersebut tidak cukup diperkuat untuk menahan beban tambahan. "Jika Anda menambahkan beban lebih pada sesuatu yang tidak mampu menopangnya, maka hal itu akan runtuh, dan itulah yang terjadi. Dan sekarang hanya perlu diperbaiki," ucapnya.
Meski demikian, ia yakin gedung tidak akan ambruk seluruhnya. "Bangunan itu terlalu besar. Sembilan puluh lima persen dari bangunan itu, strukturnya masih kokoh dan utuh," katanya kepada Wall Street Journal.
Evakuasi Massal
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran New York (FDNY) menemukan lantai yang melengkung serta dua kolom penyangga bengkok di lantai 21. Bangunan itu disebut tidak berisiko runtuh sepenuhnya.
Sebelumnya, gedung pencakar langit di 235 E. 42nd Street, Midtown, New York City, nyaris ambruk saat renovasi. Balok penyangga bengkok membuat sejumlah lantai ambruk akibat tekanan besar. Gedung 37 lantai itu sedang direnovasi untuk menambah 11 tingkat, mengubah fungsi dari komersial menjadi residensial. Dulunya gedung ini digunakan sebagai kantor pusat Pfizer.
Pada Selasa (7/7), Cliff Johnsen dari Steamfitters Local 638 dan timnya sedang memasang sistem pelindungan api di gedung itu. Mereka segera melakukan evakuasi ketika menemukan dua balok penyangga logam bengkok pada lantai 21 dan 22. Akibat insiden ini, sembilan bangunan sekitar terpaksa dikosongkan setelah pukul 8.00 pagi waktu setempat. Ratusan orang dievakuasi dan telantar di jalanan, belum diketahui kapan bisa kembali ke gedung.



