Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) terdampak bencana yang dipicu oleh hujan deras dan jebolnya tanggul darurat.
Kronologi Banjir di Kelurahan Sipange
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut per Sabtu (19/7) sore, banjir melanda Kelurahan Sipange pada Jumat (17/7) pukul 17.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tukka menyebabkan jebolnya tanggul darurat Sungai Aek Silaga Laga di Kelurahan Sipange. Akibatnya, air meluap dan masuk ke permukiman warga.
Dampak dan Penanganan
Sebanyak 200 KK terdampak langsung oleh banjir tersebut. Pemerintah setempat bersama BPBD Sumut telah melakukan upaya penanganan, termasuk evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, penanganan masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan kerugian.
"Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tukka menyebabkan jebolnya tanggul darurat sungai Aek Silaga Laga di Kelurahan Sipange," demikian tertulis dalam laporan BPBD Sumut yang dilansir Minggu (19/7/2026).
Antisipasi Bencana Serupa
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur penanggulangan banjir yang memadai, terutama di daerah rawan bencana. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat tanggul dan sistem drainase untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.



