China pernah dilanda banjir besar yang menyebabkan dampak kelaparan hebat. Berdasarkan laporan resmi National Flood Relief Commission yang dirilis pada tahun 1933, tercatat hampir dua juta orang meninggal akibat banjir besar di China pada 1931. Sebagian besar korban mati tenggelam dan ada juga yang mati kelaparan. Sementara itu, sekitar 140.000 orang dipastikan tewas akibat tenggelam saat banjir melanda.
Wilayah Terdampak Banjir
Banjir ini melanda di wilayah China tengah dan timur, terutama di sepanjang lembah Sungai Yangtze dan Sungai Huai. Bencana ini menyebabkan dampak yang sangat parah di wilayah pertanian seperti Provinsi Hubei, Nanjing, serta provinsi Jiangsu, Anhui dan Henan.
Penyebab Banjir
Berdasarkan laporan The Floods in China, banjir tahun 1931 merupakan salah satu bencana alam terbesar di zaman modern yang dipicu oleh curah hujan sangat tinggi dan berkepanjangan. Hujan terjadi selama bulan-bulan musim semi hingga awal musim panas. Permukaan air di Sungai Yangtze dan Sungai Hwai beserta anak-anak sungainya naik. Air meluap ke danau-danau di sekitarnya, hingga akhirnya menjebol tanggul-tanggul pelindung pada akhir Juli.
Puncak Banjir dan Dampaknya
Puncak banjir terjadi pada paruh kedua bulan Agustus 1931. Saat itu, ketinggian air Sungai Yangtze mencapai tiga kaki di atas rekor tertinggi sebelumnya. Luas wilayah yang terendam diperkirakan setara dengan luas negara Inggris, atau dua kali lipat lebih luas dari area yang terdampak banjir Mississippi tahun 1927. Banjir ini menyebabkan kehancuran total pada tanaman pangan yang menjadi tumpuan masyarakat China. Selain itu, banyak kota dan desa yang tenggelam sepenuhnya, sementara lumbung, ternak, serta peralatan pertanian hanyut tersapu air. Akibat kerusakan itu, jutaan orang di China mati akibat kelaparan. Angka kematian ini pun juga berasal dari mereka yang tenggelam saat banjir.



