Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) melibatkan kelompok masyarakat dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah di kawasan Gunung Rinjani, Lombok. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian kawasan pendakian yang menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia.
Kolaborasi dengan Masyarakat
Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Arung Rinjani di Desa Senaru. Kerja sama ini mencakup pengangkutan sampah dari jalur pendakian Senaru dan Torean menuju Gunung Rinjani.
“Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian, khususnya pada jalur pendakian Senaru dan Torean,” ujar Budy di Mataram, Sabtu (20/6/2026).
Sistem Pengelolaan yang Efektif dan Berkelanjutan
Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kebersihan kawasan tetap terjaga dan pengalaman berwisata bagi para pendaki menjadi lebih nyaman.
Budy menekankan bahwa Gunung Rinjani bukan hanya destinasi yang dinikmati saat ini, melainkan warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang. “Gunung yang bersih adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pendampingan Kelompok Masyarakat
Selain pengelolaan sampah, Balai TNGR juga melaksanakan kegiatan pendampingan bagi kelompok binaan masyarakat di wilayah Resor Torean dan Resor Aik Berik. Pendampingan ini bertujuan memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan prinsip konservasi.
“Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok, meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi untuk generasi mendatang,” jelas Budy.
Dengan kolaborasi yang kuat antara Balai TNGR dan masyarakat, setiap pendakian di Gunung Rinjani diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan.



