88 Calon Mahasiswa UPI Tak Daftar Ulang, Alasan Ekonomi Dominan
88 Calon Mahasiswa UPI Tak Daftar Ulang, Ekonomi Jadi Alasan

Sebanyak 88 calon mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memutuskan untuk tidak melakukan daftar ulang sebagai mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru UPI, Ahmad Mudzakir, mengungkapkan bahwa alasan ekonomi menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.

Alasan Ekonomi Mendominasi

"Terutama aspek ekonomi yang masih menjadi alasan paling dominan, di samping faktor lain seperti diterima di perguruan tinggi lain atau pertimbangan pribadi," kata Ahmad dalam keterangannya yang dikutip dari Tribun Jabar, Kamis (9/7/2026).

Dari total 3.731 calon mahasiswa baru yang diterima UPI tahun ini, 88 di antaranya tidak melakukan daftar ulang. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 2,36 persen dari total mahasiswa baru memilih untuk mengundurkan diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Lain yang Mempengaruhi

Selain faktor ekonomi, Ahmad menyebutkan bahwa beberapa calon mahasiswa juga memilih untuk tidak mendaftar ulang karena diterima di perguruan tinggi lain. Pertimbangan pribadi, seperti keinginan untuk bekerja atau mengambil jalur pendidikan lain, juga turut memengaruhi keputusan mereka.

UPI sendiri telah berupaya memberikan berbagai kemudahan bagi mahasiswa baru, termasuk program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan. Namun, bagi sebagian calon mahasiswa, tantangan ekonomi tetap menjadi hambatan yang sulit diatasi.

Dampak bagi UPI

Meskipun jumlah yang tidak daftar ulang tergolong kecil dibandingkan total penerimaan, situasi ini tetap menjadi perhatian pihak universitas. UPI terus berupaya meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.

"Kami akan terus mengevaluasi kebijakan penerimaan dan bantuan keuangan untuk memastikan bahwa tidak ada calon mahasiswa yang terhalang hanya karena masalah biaya," tambah Ahmad.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga