Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sekitar 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih ditutup sementara akibat masalah sanitasi. Jumlah ini menurun dari total 1.780 unit pada awal April, setelah sekitar 60 SPPG dinyatakan kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan teknis dan administratif.
Dukungan Operasional Tetap Diberikan
Meskipun ditutup, pemerintah tetap memberikan dukungan operasional kepada SPPG yang terdampak. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa dapur yang ditutup sementara tetap menerima insentif sebesar Rp 6 juta per hari. Hal ini untuk memastikan kelangsungan operasional dan kesiapan saat kembali beroperasi.
Progres Perbaikan Sanitasi
BGN terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap SPPG yang masih ditutup. Perbaikan sanitasi menjadi prioritas utama agar dapur dapat segera beroperasi kembali. Dari total 1.780 SPPG yang sempat ditutup, sebanyak 60 unit telah dinyatakan lulus verifikasi dan mulai beroperasi kembali. Sisanya masih dalam proses perbaikan.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar sanitasi yang ketat demi keamanan pangan dan gizi masyarakat. Dukungan insentif diharapkan dapat membantu pengelola SPPG dalam melakukan perbaikan tanpa terbebani biaya operasional.



