11 Tuntutan Aksi Masyarakat Sipil Surabaya Dibubarkan Aparat
11 Tuntutan Aksi Masyarakat Sipil Surabaya Dibubarkan

Aparat kepolisian memukul mundur massa aksi #IndonesiaSekarat dari depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat (26/6) malam. Aksi yang digelar oleh Front Anti Kapitalisme ini berlangsung sejak sore dan berakhir dengan pembubaran paksa setelah massa melempar barang ke halaman Grahadi.

Kronologi Pembubaran Aksi

Sejak petang, sekitar seratusan orang dari berbagai elemen masyarakat sipil—mahasiswa, buruh, pelaku UMKM, dan kelompok lainnya—melakukan longmars dari Monumen Kapal Selam di Jalan Pemuda menuju Gedung Grahadi. Sesampainya di Jalan Gubernur Suryo, massa membentangkan spanduk besar di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan menutup jalan, sehingga arus lalu lintas dialihkan. Demonstran bergantian berorasi dan membakar pakaian serta barang bekas di tengah jalan.

Menjelang malam, polisi memberikan peringatan melalui pengeras suara. "Kepada massa aksi kami imbau untuk tertib, sekali lagi kami imbau untuk tertib, massa aksi silakan untuk tertib kemudian membubarkan diri," kata komandan polisi. Namun massa yang sebagian besar memakai busana serba hitam tetap bertahan dan melakukan lemparan ke arah halaman Grahadi. Hingga pukul 19.00 WIB, seratusan massa masih bertahan. Polisi akhirnya mengerahkan water cannon dan mengamankan sejumlah orang. Setelah berhasil dipukul mundur, polisi memblokade jalan akses ke Grahadi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

11 Tuntutan Aksi #IndonesiaSekarat

Juru bicara Front Anti Kapitalisme, Septia, menyatakan aksi ini merupakan eskalasi protes masyarakat sipil. "Untuk yang hari ini adalah perpanjangan atau nafas dari perlawanan Kota Surabaya. Seperti yang kita lihat per hari ini apa-apa mahal. Terus bahan pokok juga naik," ujarnya. Septia yang juga pelaku UMKM menambahkan, kenaikan harga bahan pokok adalah pengalaman nyata yang ia rasakan. "Itu juga yang dikeluhkan oleh saya selaku pelaku UMKM juga, yang merasa bahwa memang banyak sekali bahan pokok yang naik. Yang kemudian dikeluhkan oleh customer-customer saya. Itu representasi dari saya sendiri selaku pedagang kecil," katanya.

Berikut 11 tuntutan yang dibawa massa aksi:

  1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
  2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
  3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
  4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak.
  5. Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
  6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
  7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.
  8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
  9. Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
  10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
  11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi.

Dampak dan Respons

Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes yang mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, demo serupa juga terjadi di Makassar. Tuntutan utama yang paling krusial menurut Septia adalah penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Massa juga mendesak pemerintah menetapi janji menciptakan lapangan kerja layak dan menyuarakan isu lokal seperti reklamasi di Surabaya.

Polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah orang yang diamankan dalam aksi tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga