UI Sayangkan Tindakan Mahasiswi Coret-coret Pakaian Polwan Saat Demo di Mabes Polri
UI Sayangkan Mahasiswi Coret-coret Pakaian Polwan Saat Demo

Universitas Indonesia Sayangkan Insiden Coret-coret Pakaian Polwan Saat Demo

Jakarta - Universitas Indonesia (UI) secara resmi menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang mahasiswi saat aksi unjuk rasa BEM UI di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Insiden yang terjadi pada akhir Februari 2026 tersebut melibatkan penulisan atau coretan pada sorban yang dikenakan oleh seorang polisi wanita (polwan).

Klarifikasi Internal dan Proses Pembinaan

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Maret 2026, pihak kampus mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh. "UI menyayangkan adanya sejumlah kejadian di luar rencana di lapangan. Dari video yang beredar pada 28 Februari 2026, ditemukan oknum yang bukan mahasiswa UI tetapi mengenakan atribut almamater UI dan bersikap tidak pantas terhadap aparat kepolisian. Selain itu, terdapat tindakan mencorat-coret pakaian yang dikenakan polisi wanita (polwan) oleh seorang mahasiswa saat berlangsungnya aksi," jelas pernyataan tersebut.

Proses klarifikasi dilakukan dengan memanggil semua pihak yang terlibat untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang. UI menegaskan bahwa langkah ini diambil secara objektif dengan mengedepankan asas pembinaan, bertujuan untuk memastikan fakta sebenarnya serta menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku di universitas.

Mahasiswi Berinisial MRM Akui Kesalahan dan Sampaikan Permintaan Maaf

Berdasarkan hasil klarifikasi, teridentifikasi mahasiswi berinisial MRM sebagai pelaku tindakan mencoret-coret pakaian polwan tersebut. MRM secara terbuka mengakui kesalahannya dan telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

"Saya dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada T, polisi wanita selaku aparat Kepolisian Republik Indonesia yang terdampak atas tindakan saya pada saat aksi berlangsung. Saya menyadari bahwa perbuatan tersebut tidak tepat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai etika serta sikap saling menghormati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI)," ujar MRM dalam pernyataannya.

Mahasiswi tersebut juga menambahkan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran berharga baginya. "Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi saya untuk lebih bijak dalam bersikap dan mengekspresikan pendapat di ruang publik. Saya menyampaikan penyesalan yang tulus serta berkomitmen untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia dengan penuh tanggung jawab," lanjut MRM.

Latar Belakang Aksi Unjuk Rasa BEM UI

Insiden ini terjadi dalam rangkaian aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di depan Mabes Polri pada Jumat, 27 Februari 2026. Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa mengenai berbagai isu nasional.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat seorang mahasiswi melakukan coretan pada sorban polwan yang sedang bertugas mengamankan lokasi demonstrasi. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Sebelumnya, UI juga telah mengklarifikasi bahwa terdapat individu lain yang terlihat dalam video viral menunjukkan sikap tidak pantas terhadap polisi, namun orang tersebut bukanlah mahasiswa UI meski mengenakan atribut almamater kampus.

Pihak universitas menegaskan komitmennya untuk terus membina mahasiswa agar dapat mengekspresikan pendapat dengan cara yang santun dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik di lingkungan kampus maupun dalam ruang publik yang lebih luas.