KOMPAS.com - Tumbuh besar di keluarga dengan perekonomian sederhana tidak menyurutkan semangat belajar Ririn Dwi Nurtyani (17). Justru karena keterbatasan keuangan, ia semakin bertekad untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin demi memperbaiki nasib keluarganya.
Perjuangan Ririn Menuju UGM
Ririn membuktikan tekadnya dengan berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Ia adalah anak dari Sutiono (50), seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Pasalnya, proyek bangunan yang dikerjakan tidak selalu tersedia.
Meski hidup dalam keterbatasan, Ririn tidak pernah mengeluh. Ia justru termotivasi untuk belajar lebih giat. Setiap hari, ia menyisihkan waktu untuk membaca buku dan mengerjakan soal-soal latihan. Dukungan dari orang tua dan guru-gurunya menjadi penyemangat tersendiri.
Harapan untuk Masa Depan
Ririn berharap dapat menyelesaikan studi di UGM dengan baik dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Ia ingin membantu orang tuanya keluar dari jerat kemiskinan. "Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana juga bisa sukses," ujarnya penuh semangat.
Kisah Ririn menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan kerja keras dan doa, segala sesuatu mungkin terjadi.



