Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 menjadi saksi perjuangan para penyandang disabilitas yang tak kenal menyerah. Di tengah keterbatasan fisik, mereka tetap optimis mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kisah inspiratif datang dari berbagai daerah, termasuk peserta tunanetra yang menggunakan perangkat lunak pembaca layar dan peserta tunadaksa yang dibantu fasilitas kursi roda.
Fasilitas Khusus untuk Disabilitas
Panitia UTBK 2026 menyediakan akomodasi khusus bagi peserta disabilitas. Ruang ujian dilengkapi dengan meja yang dapat diatur ketinggiannya, serta bantuan pendamping bagi peserta dengan gangguan penglihatan. Peserta tunanetra menggunakan aplikasi pembaca layar yang diinstal pada komputer ujian. Sementara itu, peserta tunadaksa mendapatkan waktu tambahan untuk mengerjakan soal.
“Saya bersyukur panitia memberikan fasilitas yang memadai. Ini memudahkan saya untuk fokus mengerjakan soal,” ujar Rina, peserta tunanetra asal Jawa Timur.
Semangat Pantang Menyerah
Tak hanya fasilitas, semangat para peserta disabilitas juga patut diacungi jempol. Mereka telah mempersiapkan diri berbulan-bulan, belajar mandiri maupun melalui bimbingan belajar khusus. Banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi guru, programmer, atau penulis.
“Keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi. Saya ingin membuktikan bahwa disabilitas mampu bersaing di perguruan tinggi,” kata Adi, peserta tunadaksa asal Sulawesi Selatan.
Dukungan Orang Tua dan Guru
Perjuangan para peserta disabilitas tidak lepas dari dukungan orang tua dan guru. Mereka memberikan motivasi dan pendampingan selama persiapan UTBK. Beberapa sekolah juga menyediakan program inklusi untuk memastikan siswa disabilitas mendapatkan hak belajar yang sama.
“Kami bangga dengan perjuangan anak-anak kami. Mereka tidak pernah mengeluh dan selalu bersemangat,” ungkap ibu dari salah satu peserta.
Harapan untuk Masa Depan
Para peserta disabilitas berharap hasil UTBK 2026 dapat membawa mereka ke perguruan tinggi impian. Mereka ingin melanjutkan studi dan berkontribusi bagi masyarakat. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa tidak ada yang mustahil jika kita berusaha.
UTBK 2026 diharapkan semakin inklusif di masa mendatang, dengan lebih banyak akomodasi dan kesadaran akan kebutuhan penyandang disabilitas. Semangat para peserta ini adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.



