Komisi X DPR Prihatin Kasus Curang UTBK Undip: Integritas Lebih Penting dari Nilai
Komisi X Prihatin Curang UTBK Undip: Integritas Diuji

Komisi X DPR Prihatin Kasus Curang UTBK Undip: Integritas Lebih Penting dari Nilai

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip). Dalam insiden ini, seorang peserta ketahuan menggunakan alat bantu tersembunyi di telinga, yang menurut Lalu bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi persoalan serius terkait integritas moral.

Pernyataan Resmi dari Anggota DPR

"Kasus kecurangan di UTBK ini jelas memprihatinkan, apalagi sampai memakai alat tersembunyi di telinga. Ini bukan sekadar melanggar aturan, tapi soal integritas," kata Lalu Hadrian kepada wartawan pada Rabu, 22 April 2026. Sebagai politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia menekankan bahwa UTBK merupakan gerbang awal menuju dunia akademik dan profesional, sehingga praktik kecurangan sejak tahap awal dinilai sangat berbahaya dan berpotensi membentuk karakter yang tidak jujur.

Lalu menambahkan, "UTBK adalah langkah awal ke dunia akademik dan profesional. Kalau dari awal sudah terbiasa curang, ada risiko kebiasaan itu terbawa ke depan. Padahal, yang dibutuhkan bukan cuma pintar, tapi juga jujur dan bisa dipercaya." Ia mengingatkan para peserta untuk selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam proses seleksi, karena hasil yang diperoleh secara jujur jauh lebih bernilai dibandingkan keberhasilan yang dicapai dengan cara curang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Moral dan Imbauan untuk Evaluasi

Dalam pesannya, Lalu Hadrian menyampaikan, "Pesan saya sederhana, lebih baik gagal dengan jujur daripada berhasil dengan cara curang. Karena yang diuji bukan cuma nilai, tapi juga karakter." Selain itu, ia meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan UTBK, dengan menekankan pentingnya memperketat pengawasan di ruang ujian. "Ya tentu (perketat pengawasan), panitia harus memastikan steril dan deteksi awal kecurangan harus segera dilakukan," tuturnya.

Detail Kasus Kecurangan di Undip

Kasus ini terungkap pada Selasa, 21 April 2026, ketika panitia UTBK melakukan proses skrining menggunakan metal detector sebelum peserta mengikuti ujian. Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, menjelaskan, "Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal." Peserta tersebut tidak langsung didiskualifikasi, tetapi menjalani interogasi panjang oleh panitia, bahkan sempat dibawa ke klinik telinga hidung dan tenggorokan (THT) untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Tembalang.

Insiden ini menyoroti perlunya sistem pengawasan yang lebih ketat dalam ujian nasional, sekaligus mengingatkan semua pihak tentang nilai kejujuran yang harus dijunjung tinggi dalam setiap tahap seleksi pendidikan. Komisi X DPR berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk mencegah terulangnya kecurangan serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga