Target Juni 2026: Pemerintah Kejar Penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II
Pemerintah Indonesia melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tepat waktu. Target penyelesaian ditetapkan pada 20 Juni 2026, sebelum dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala KSP M Qodari dalam konferensi pers update PHTC di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Progres Revitalisasi Sekolah dan Rincian Lokasi
Qodari mengawali paparannya dengan menyoroti keberhasilan program revitalisasi sekolah yang telah diberikan kepada 16.167 sekolah pada tahun 2025. "Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan fisiknya," ujarnya. Namun, masih terdapat 105 satuan pendidikan yang masih dalam proses penyelesaian.
Berikutnya, ia memaparkan detail progres dan sebaran pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang mencakup 104 lokasi di seluruh Indonesia:
- Pulau Jawa: 40 lokasi
- Sumatera: 26 lokasi
- Kalimantan: 12 lokasi
- Sulawesi: 16 lokasi
- Bali dan Nusa Tenggara: 3 lokasi
- Kepulauan Maluku: 4 lokasi
- Papua: 3 lokasi
Jadwal dan Timeline Pelaksanaan
Menurut Qodari, program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II saat ini memiliki sisa waktu pelaksanaan sekitar 90 hari kalender (HK). Target penyelesaian pada 20 Juni 2026 ini berarti tersisa sekitar 12 minggu kerja sejak 23 Maret 2025. Pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan pendidikan nasional.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di berbagai daerah, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan fasilitas sekolah. Komitmen pemerintah dalam menyelesaikan proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.



