Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring 2026, Utamakan Tatap Muka
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring 2026

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring 2026, Utamakan Tatap Muka

Wacana kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah yang rencananya akan kembali dilakukan secara daring mulai April 2026 dipastikan batal. Rencana tersebut sebelumnya sempat mencuat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang tengah dikaji pemerintah.

Pendidikan Tetap Jadi Prioritas Utama

Pemerintah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, sehingga proses pembelajaran siswa akan tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang mengenai dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. "Presiden menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun bangsa yang maju," ujar Pratikno dalam keterangan resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alasan Pembatalan Rencana Daring

Beberapa alasan utama yang mendasari pembatalan rencana sekolah daring ini antara lain:

  • Prioritas Kualitas SDM: Pemerintah ingin memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan optimal tanpa gangguan teknis atau kesenjangan akses teknologi.
  • Pentingnya Interaksi Sosial: Pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dalam membangun karakter dan keterampilan sosial siswa.
  • Evaluasi Kebijakan Efisiensi: Strategi penghematan energi akan dicari melalui cara lain yang tidak mengorbankan sektor pendidikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR sebelumnya juga telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana sekolah daring untuk hemat energi, dengan alasan bahwa pendidikan tidak boleh dikompromikan demi efisiensi semata. Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk orang tua dan praktisi pendidikan.

Dengan dibatalkannya rencana ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pendidikan dan memastikan bahwa semua siswa mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas secara merata. "Kami akan fokus pada peningkatan fasilitas sekolah dan pelatihan guru, bukan pada pengurangan jam tatap muka," tambah Pratikno.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga