Kemendikdasmen Mulai Latih Ribuan Guru Bahasa Inggris untuk SD Kelas 3
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memulai program pelatihan untuk guru Bahasa Inggris. Pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan penerapan kebijakan baru yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pelatihan Bertahap Hingga 2027/2028
Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kependidikan Guru (GTKPG), Rachmadi Widdiharto, menjelaskan bahwa pelatihan guru untuk mengajar Bahasa Inggris akan dilaksanakan secara bertahap. Proses ini akan berlangsung hingga tahun ajaran baru 2027/2028, memastikan kesiapan yang matang sebelum kebijakan diterapkan.
Di tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten atau kota di seluruh 34 provinsi di Indonesia akan berpartisipasi dalam pelatihan ini. Jumlah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjangkau daerah-daerah secara merata dan mempersiapkan tenaga pendidik dengan kapasitas yang memadai.
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Rachmadi Widdiharto menyadari bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 12 Maret 2026, ia mengajak para guru untuk melihat hal ini bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid.
"Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak atau Ibu (guru) untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita," ujar Rachmadi.
Pernyataan ini menekankan pendekatan positif dalam menghadapi perubahan kurikulum, dengan fokus pada pengembangan profesional guru dan peningkatan kualitas pembelajaran bagi siswa.
Implikasi dan Harapan ke Depan
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali guru dengan keterampilan dan metodologi yang efektif untuk mengajar Bahasa Inggris kepada siswa SD kelas 3. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing sejak dini, mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Dengan dimulainya pelatihan bertahap, Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan transisi yang mulus dalam penerapan kebijakan baru. Hal ini juga mencakup evaluasi berkelanjutan untuk menyesuaikan program pelatihan sesuai kebutuhan di lapangan.



