Kemendikdasmen Luncurkan Kompetisi Rukun Sama Teman dengan Hadiah Rp112,5 Juta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggelar kompetisi bertajuk Rukun Sama Teman yang menawarkan total hadiah mencapai Rp112,5 juta. Inisiatif ini dirancang untuk mempromosikan nilai-nilai kerukunan, kerja sama, dan kolaborasi di kalangan siswa di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan keterampilan sosial dalam dunia pendidikan.
Tujuan dan Sasaran Kompetisi
Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih aktif dalam membangun hubungan harmonis dengan teman sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun komunitas. Dengan fokus pada pengembangan soft skills, kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik dan meningkatkan semangat gotong royong di kalangan generasi muda. Sasaran utamanya adalah siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas.
Mekanisme dan Kriteria Penilaian
Peserta diharuskan mengirimkan karya dalam bentuk proyek atau inisiatif yang menunjukkan praktik kerukunan dan kolaborasi. Kriteria penilaian meliputi:
- Kreativitas dan inovasi dalam pendekatan
- Dampak positif terhadap lingkungan sekitar
- Keterlibatan aktif dari berbagai pihak
- Kelanjutan dan keberlanjutan proyek
Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap oleh tim juri yang terdiri dari pakar pendidikan dan perwakilan Kemendikdasmen.
Hadiah dan Imbalan
Total hadiah sebesar Rp112,5 juta akan dibagikan kepada pemenang dalam beberapa kategori, termasuk juara umum, juara favorit, dan penghargaan khusus. Selain uang tunai, pemenang juga berkesempatan mendapatkan sertifikat dan pelatihan tambahan untuk mengembangkan kemampuan mereka lebih lanjut.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kompetisi ini diharapkan tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan partisipasi yang luas, Kemendikdasmen berharap dapat menciptakan budaya positif yang mendukung pembangunan karakter siswa secara holistik, sekaligus memperkuat fondasi pendidikan nasional untuk masa depan yang lebih baik.
