Kemendikdasmen Imbau Orangtua Perhatikan Anak Selama Libur Ramadhan 2026
Imbauan Kemendikdasmen untuk Orangtua Saat Libur Ramadhan 2026

Kemendikdasmen Serukan Perhatian Orangtua pada Anak Selama Libur Sekolah Ramadhan 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh orangtua di Indonesia untuk tetap memperhatikan dan mendampingi anak-anak mereka, meskipun sedang menjalani masa libur sekolah selama bulan Ramadhan 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kontinuitas pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik di tengah periode istirahat akademik.

Kolaborasi Tiga Pilar Kunci Keberhasilan Pembelajaran

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keberhasilan implementasi proses pembelajaran selama bulan suci Ramadhan sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara tiga elemen utama: sekolah, keluarga, dan pemerintah. "Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orangtua untuk bersinergi secara maksimal," ujar Mu'ti dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Minggu, 15 Februari 2026.

Mu'ti menjelaskan lebih lanjut bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai ruang pendidikan karakter yang kokoh, sekaligus memastikan bahwa hak belajar setiap anak tetap terpenuhi dengan cara yang optimal. "Ramadhan bukan sekadar waktu untuk beristirahat dari kegiatan akademik formal, tetapi juga merupakan kesempatan emas untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Aktif Orangtua dalam Pembelajaran Mandiri di Rumah

Dalam konteks pembelajaran mandiri yang dilakukan di rumah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyoroti beberapa peran kritis yang dapat dijalankan oleh orangtua. Di antaranya adalah:

  • Mendampingi anak dalam praktik tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
  • Melakukan penguatan literasi dengan membiasakan anak membaca buku-buku yang mendidik dan sesuai dengan usia mereka.
  • Meningkatkan kemampuan numerasi melalui kegiatan sehari-hari yang melibatkan perhitungan sederhana.
  • Memperkuat pembentukan karakter melalui teladan langsung dan diskusi tentang nilai-nilai kehidupan.

Mu'ti menekankan bahwa pendampingan orangtua tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga harus mencakup aspek emosional dan sosial, sehingga anak dapat tumbuh secara holistik. "Libur Ramadhan ini harus menjadi momen untuk mempererat ikatan keluarga sambil tetap menjaga semangat belajar anak," pungkasnya. Imbauan ini diharapkan dapat direspons positif oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan di tanah air, demi terciptanya generasi muda yang berkarakter kuat dan berprestasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga