Detik-Detik Mahasiswi Unpad Diancam Pisau dan Dilindas Pemotor di Gang Sempit
Mahasiswi Unpad Diancam Pisau dan Dilindas Pemotor

Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban pengancaman dan penganiayaan oleh seorang pengendara sepeda motor. Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 12 Mei 2026, itu terekam kamera CCTV dan memperlihatkan detik-detik menegangkan saat korban berinisial GC diancam dengan pisau dan akhirnya dilindas motor di sebuah gang sempit.

Kronologi Kejadian

Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban berjalan pulang setelah membeli makanan di jalan raya. Korban kemudian memasuki sebuah gang kecil untuk menuju tempat tinggalnya. Di dalam gang, tiba-tiba seorang pria mengendarai sepeda motor mendekat dan menodongkan senjata tajam berupa pisau sambil mengancam korban agar tidak bergerak.

Korban yang panik langsung berlari masuk lebih dalam ke gang sempit tersebut. Namun, dalam pelariannya, korban tersandung dan terjatuh. Pelaku yang terus mengejar kemudian melindas tubuh korban dengan sepeda motornya sebelum akhirnya melarikan diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Berteriak Minta Tolong

Setelah terjatuh dan dilindas, korban berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan korban membuat pelaku panik dan segera kabur meninggalkan lokasi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki dan harus mendapatkan perawatan medis.

Polisi Selidiki Rekaman CCTV

Polsek Jatinangor telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau yang digunakan pelaku dan 12 rekaman CCTV dari lokasi kejadian. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku yang telah berhasil diidentifikasi melalui rekaman tersebut.

Ipda Hendi mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk selalu waspada saat berjalan di area sepi atau gang sempit, terutama pada malam hari. Ia juga meminta agar korban atau saksi segera melapor ke polisi jika melihat tindak kriminal serupa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga