Waketum Nasdem Ingatkan Santri Mojokerto: Ilmu Pengetahuan Tak Pernah Habis
Waketum Nasdem Ingatkan Santri Mojokerto: Ilmu Tak Habis

Pesan Waketum Nasdem untuk Santri Mojokerto: Ilmu Pengetahuan Adalah Investasi Abadi

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, menyampaikan pesan inspiratif kepada para santri di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam kunjungannya ke pondok pesantren setempat, ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah ada habisnya dan harus terus digali sepanjang hayat.

Ilmu sebagai Fondasi Masa Depan

Ahmad Ali menjelaskan bahwa dalam era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan menjadi kunci utama untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ia mendorong para santri untuk tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga menguasai ilmu-ilmu umum seperti sains, teknologi, dan ekonomi. "Ilmu itu seperti mata air yang tak pernah kering," ujarnya, menggambarkan betapa pentingnya terus belajar tanpa henti.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran santri sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan bekal ilmu yang memadai, santri diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa, terutama di daerah seperti Mojokerto yang kaya akan potensi budaya dan ekonomi. "Santri harus jadi pionir kemajuan," tambahnya, menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Respons Positif dari Lingkungan Pesantren

Kunjungan Waketum Nasdem ini mendapat sambutan hangat dari pengurus dan santri pondok pesantren. Mereka mengapresiasi pesan motivasi yang disampaikan, yang dianggap relevan dengan tantangan pendidikan di era modern. Beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Pentingnya pendidikan berkelanjutan untuk menghadapi persaingan global.
  • Peran santri dalam memajukan sektor ekonomi kreatif di Mojokerto.
  • Strategi meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda.

Dengan pesan ini, Ahmad Ali berharap dapat memicu semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan santri, sekaligus memperkuat hubungan antara partai politik dan komunitas pesantren. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah investasi terbaik untuk masa depan, yang tidak hanya bermanfaat secara individu tetapi juga bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan.