Ratusan Santri di Demak Alami Keracunan Massal Diduga dari Menu MBG
Kejadian tragis terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, di mana ratusan santri diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini memicu penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, yang kini telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Korban Tersebar di Beberapa Pondok Pesantren dan Fasilitas Kesehatan
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan dari program MBG tersebut. "Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, muntah, pusing. Puskesmas merawat lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan," jelas Arief saat ditemui di lokasi kejadian.
Selain itu, banyak penerima manfaat MBG lainnya harus dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. "Yang lain rujuk ke tiga rumah sakit, yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo, dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," tambah Arief. Korban tidak hanya berasal dari kalangan santri, tetapi juga mencakup kelompok rentan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Data Korban dan Dampak pada Komunitas Lokal
Total diperkirakan ada 187 orang yang menjadi korban dalam insiden ini. Rinciannya menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Bustanul Quran mencatat 68 korban, dengan 33 orang berobat jalan di ponpes, 23 orang dirujuk ke RS PKU Gubug, dan 12 orang ke RS Getas Pendowo. Sementara itu, Pondok Pesantren Asnawiyah melaporkan 97 korban, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk ke Getas Pendowo, dan 6 orang ke PKU Gubug.
Untuk kelompok B3, tercatat lima korban, dengan satu orang dirujuk ke PKU Gubug dan empat lainnya berobat di puskesmas dengan status rawat jalan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius di masyarakat mengenai keamanan pangan dalam program bantuan pemerintah.
Respons Otoritas dan Langkah Penanganan
Menyikapi insiden tersebut, otoritas setempat telah mengambil tindakan tegas. Bangunan SPPG di Pilangwetan kini dipasangi garis polisi, menandai bahwa lokasi tersebut sedang dalam penyelidikan. Operasional SPPG juga dihentikan sementara hingga adanya klarifikasi lebih lanjut mengenai penyebab keracunan massal ini.
Insiden di Demak ini mengingatkan pada pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi dan penyajian makanan dalam program bantuan sosial. Masyarakat mengharapkan investigasi menyeluruh untuk mengungkap akar permasalahan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.



