Kelas-kelas di Gaza telah lama sunyi. Bangunan sekolah banyak yang hancur akibat serangan. Namun, pekan ini, seluruh siswa setara SMA di Gaza tetap melaksanakan ujian kelulusan. Salah satunya adalah Dana Shabat, remaja berusia 18 tahun yang tinggal di tenda darurat. Meski berada dalam kondisi sulit, Dana dikenal sebagai pelajar berprestasi dengan nilai yang tak pernah turun di bawah 99 persen.
Ujian Penentu Masa Depan
Ujian kali ini membuatnya gugup. "Ujian ini sangat menentukan masa depanku," kata Dana. Ia masih bimbang memilih jurusan kuliah, antara kedokteran, keuangan, atau administrasi bisnis. Keputusan ini akan memengaruhi arah hidupnya di tengah ketidakpastian akibat perang.
Kondisi Pendidikan di Gaza
Lebih dari 625.000 siswa di Gaza kehilangan akses pendidikan akibat konflik, menurut laporan PBB. Banyak sekolah hancur atau digunakan sebagai tempat pengungsian. Meski demikian, otoritas setempat tetap menggelar ujian kelulusan sebagai upaya memberikan harapan bagi generasi muda.
Dana: Simbol Ketangguhan
Dana adalah contoh nyata ketangguhan pelajar Gaza. Dengan nilai sempurna, ia bertekad melanjutkan pendidikan tinggi. "Aku ingin membuktikan bahwa masa depanku tidak bisa dihancurkan oleh perang," ujarnya. Kisahnya menginspirasi banyak pihak, termasuk para guru yang tetap mengajar di tenda-tenda darurat.



