Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun bisnis, mengembangkan karier profesional, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat sejak semester awal perkuliahan.
Pembelajaran Langsung Sejak Semester Pertama
Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya, Dr Metta Padmalia, S Si, M M, CPM (Asia), mengatakan bahwa perkuliahan di MM UC dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan bisnis maupun karier sejak semester pertama.
“Kuliah S2 di UC tidak hanya memberikan gelar, tetapi juga membantu mahasiswa membangun bisnis, memperluas jejaring, dan mempercepat karier. Mahasiswa belajar melalui pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas pada Selasa (9/6/2026).
Mata Kuliah dan Jalur Khusus
Metta menjelaskan bahwa mahasiswa memulai proses pembelajaran melalui mata kuliah Business Opportunity Creation untuk mengidentifikasi peluang usaha dan membaca tren pasar. Selanjutnya, mahasiswa dapat memilih jalur Venture Creation untuk membangun bisnis baru atau Scale Up Project untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan.
Berbeda dengan program magister yang umumnya berfokus pada riset akademik, tesis di MM UC juga berbasis proyek sehingga hasil penelitian mahasiswa dapat langsung diterapkan pada bisnis yang sedang dikembangkan. “Ketika lulus, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tesis, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis atau bahkan bisnis yang sudah berjalan,” katanya.
Implementasi dalam UC Entrepreneur Fest S2
Implementasi pembelajaran tersebut ditampilkan dalam UC Entrepreneur Fest S2 yang digelar di Ciputra World Surabaya pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak proses experiential learning mahasiswa setelah menjalani berbagai proyek bisnis sepanjang semester.
Melalui ajang tersebut, mahasiswa memamerkan produk dan layanan yang mereka kembangkan, membangun branding, mempresentasikan bisnis kepada publik, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Dalam kegiatan itu, MM UC menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Kadin Jawa Timur, investor, mentor, hingga mitra industri untuk memperluas jejaring dan membuka peluang pengembangan usaha mahasiswa.
Dampak Nyata dan Jalur Karier Profesional
Menurut Metta, pembelajaran yang aplikatif harus memberikan dampak nyata, bukan hanya berhenti pada teori di ruang kelas. “Kami percaya pembelajaran di magister tidak hanya tentang apa yang dipelajari di kelas, tetapi bagaimana hasilnya dapat diwujudkan dan memberikan dampak,” ujarnya.
Selain mendukung mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur, MM UC juga menyediakan jalur Ready Career Professional (RCP) bagi mahasiswa yang ingin berkarier di perusahaan profesional. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pendampingan untuk mempersiapkan diri memasuki perusahaan impian dan tetap memperoleh apresiasi melalui sistem penghargaan yang diberikan pada setiap semester.
Program Pengembangan Diri
Untuk membangun kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan, MM UC menyelenggarakan berbagai program pengembangan diri, termasuk Leadership Training dan Entrepreneur Development Program yang diberikan sejak awal masa studi.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam program Real Business Solution, yaitu pembelajaran berbasis penyelesaian kasus nyata yang dihadapi perusahaan mitra. Salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan Helmigs Company, di mana mahasiswa melakukan kunjungan langsung dan merumuskan solusi atas tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan tersebut.



