Tangis Haru Al di Pelukan Seskab Teddy: 'Saya Ingin Sekolah, Pak!'
Tangis Haru Al di Pelukan Seskab Teddy: Ingin Sekolah

Tangis Haru Al di Pelukan Seskab Teddy: 'Saya Ingin Sekolah, Pak!'

Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, ke lokasi rintisan Sekolah Rakyat di STIA LAN Pejompongan, Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kesiapan penyelenggaraan, simulasi pembelajaran, dan calon siswa program tersebut.

Keinginan Tulus dari Jalanan

Salah satu calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), asal Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis di pundak Teddy saat berdialog dan menceritakan latar belakang hidupnya. Dengan suara lirih, Al menyampaikan keinginannya, "Saya ingin sekolah, Pak..." sambil menangis dan menyandarkan kepalanya ke pundak Teddy.

Al belum pernah bersekolah sejak kecil karena keterbatasan ekonomi keluarga. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ibu Al bekerja sebagai buruh lepas, sementara ayahnya telah meninggal dunia. Kesehariannya dihabiskan di jalanan untuk mengamen dan mencari uang bersama adiknya, Annas Al-Fatih (12), di lampu merah area Klender, Jakarta Timur. "Adek hanya sampai PAUD saja sekolahnya," tutur Al.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Semangat dari Pemerintah

Dalam kegiatan tersebut, Al merupakan bagian dari 77 calon siswa yang dijangkau melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional serta penelusuran langsung di lapangan, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah bersekolah dan bekerja di jalanan. Teddy kemudian menyemangati Al Jabar dan seluruh calon siswa lainnya.

"Di sini adik-adik belajar yang baik, penginapan dan gizi yang baik. Bisa membanggakan keluarga, bisa tercapai semua cita-citanya," kata Teddy. Ia juga memastikan langsung keinginan Al untuk belajar dengan bertanya, "Mau belajar?" Al menjawab, "Mau, cita-citaku jadi polisi." Tak kuasa, Al terus menangis dan dipeluk Teddy dengan erat.

Dialog dengan Calon Siswa Lain

Dalam kesempatan tersebut, Teddy turut berdialog dengan calon siswa lain. Ia berbincang dengan Gonzales, yang sebelumnya putus sekolah di kelas 5 SD dan bercita-cita menjadi anggota TNI. Ada juga Nana Kurnia yang ingin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Ia bercerita bahwa ibunya mencari nafkah berjualan keripik dan ayahnya menjadi buruh cat.

Pesan Presiden dan Harapan Masa Depan

Menutup kunjungan, Teddy menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan. "Presiden menyampaikan salam untuk anak-anak Sekolah Rakyat untuk terus semangat belajar, jaga kesehatan, dan terus raih cita-cita setinggi langit," tutur Teddy.

Gus Ipul turut menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah jalan harapan bagi anak-anak yang putus sekolah, tidak sekolah, dan berhenti sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan serta menggapai mimpi. "Mereka yang sekolah di sini adalah mereka yang berhak. Dengan tata kelola yang baik, kita harapkan mereka menjadi lulusan yang tangguh dan pemimpin di masa yang akan datang," kata Gus Ipul.

Sementara itu, SR di STIA LAN Pejompongan merupakan SR sementara tambahan yang akan menambah jumlah SR yang sebelumnya telah berdiri di Jakarta. Program ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak kurang mampu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga