Medan Coding Competition 2026 Cetak Talenta Digital Muda
Medan Coding Competition 2026 Cetak Talenta Digital

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menggelar Medan Coding Competition 2026. Acara yang berlangsung pada 9-10 Mei 2026 ini bertujuan mencetak generasi digital yang kreatif dan inovatif.

Kategori Lomba dan Partisipasi

Kompetisi ini diikuti oleh 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa. Mereka bertanding dalam beragam kategori, antara lain unplugged coding, scratch, robotik, e-sport, Internet of Things (IoT), dan pengembangan aplikasi mobile. Untuk tingkat SD, terdapat 133 peserta dari kelas 1-3 dan 158 peserta dari kelas 4-6. Sementara tingkat SMP diikuti 166 peserta. Tingkat SMA/SMK terdiri dari kategori e-sport sebanyak 50 peserta dan lomba robotik 28 peserta. Adapun tingkat mahasiswa meliputi lomba IoT dengan 40 peserta serta lomba mobile apps yang diikuti 57 peserta.

Dukungan Pemkot Medan

Acara yang digelar di Kampus UMSU ini dibuka oleh Ketua TP PKK Medan, Rico Waas, yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Medan. Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan wujud komitmen Pemkot Medan dalam membangun ekosistem talenta digital sejak usia dini hingga perguruan tinggi. “Melalui coding, generasi muda tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga bagaimana menciptakan solusi dan inovasi untuk masyarakat,” ujar Rico.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menjelaskan bahwa Medan Coding Competition bertujuan mengasah kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, mendorong kreativitas serta inovasi, sekaligus melahirkan talenta digital muda yang unggul. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama kemajuan bangsa. Rico juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak takut bermimpi besar dalam meraih masa depan.

Peran UMSU dan Kolaborasi Lintas Sektor

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya mendorong generasi muda untuk berpikir kritis serta mempelajari Artificial Intelligence (AI) dan coding dengan tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual. Ia menyampaikan bahwa UMSU tengah berproses menjadi kampus digital berkelas dunia melalui tiga tahap, yakni foundation, akselerasi, dan excellent. Saat ini, UMSU berada pada fase akselerasi. Sejalan dengan itu, UMSU juga mengembangkan inovasi internal seperti chatbot dan berbagai aplikasi berbasis AI sebagai bagian dari kesiapan menghadapi era digital.

Akrim juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dukungan kurikulum teknologi dari pemerintah, menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif. Sebagai bentuk dukungan nyata, UMSU menyiapkan beasiswa penuh di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) bagi peserta SMA sederajat yang meraih peringkat terbaik. Ia juga mengungkapkan bahwa UMSU dan Kota Medan akan menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada 2027, sekaligus momentum memperkuat kualitas sumber daya manusia di era digital.

Tujuan dan Dampak Kompetisi

Ketua Panitia Medan Coding Competition 2026, Yoshida Sary, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua IWAPI Medan, menyampaikan bahwa kegiatan coding ini lahir dari kegelisahan atas masih minimnya akses dan kemampuan dasar coding di kalangan anak-anak. “Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian nyata antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk membekali generasi penerus dengan keterampilan yang relevan,” ujar Yoshida.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem digital yang inklusif di Kota Medan, sekaligus memberikan dampak luas tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung. Dengan suksesnya Medan Coding Competition 2026, diharapkan akan lahir lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di era global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga