Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar wisuda pada April 2026. Salah satu wisudawan yang mencuri perhatian adalah Siens, seorang pria berusia 65 tahun yang berhasil meraih gelar doktor (S3) dari kampus tersebut. Ia resmi menjadi wisudawan tertua dalam sejarah ITS.
Perjuangan Siens Menempuh S3
Siens mengaku bahwa perjalanannya menempuh pendidikan S3 tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait daya ingat yang menurun seiring bertambahnya usia. Namun, semangatnya untuk terus belajar tidak pernah padam. Ia mengaku bahwa kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan dukungan dari keluarga serta dosen pembimbing.
Tantangan Daya Ingat dan Teknologi
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Siens adalah masalah daya ingat. Ia seringkali harus mengulang materi beberapa kali agar bisa memahaminya dengan baik. Selain itu, ia juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang digunakan dalam perkuliahan, seperti penggunaan perangkat lunak untuk analisis data dan presentasi. Meskipun demikian, Siens tidak menyerah dan terus berusaha mengikuti perkembangan zaman.
Pesan untuk Generasi Muda
Siens berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar. Ia menekankan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih mimpi. "Jangan pernah menyerah, teruslah belajar dan berusaha. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses," ujarnya.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Keberhasilan Siens tidak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Istri dan anak-anaknya selalu memberikan motivasi dan bantuan selama ia menempuh studi. Lingkungan kampus yang suportif juga turut membantu Siens dalam menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia".
Rektor ITS Beri Apresiasi
Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., memberikan apresiasi tinggi kepada Siens. Ia menyebut bahwa prestasi Siens membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja tanpa memandang usia. "Beliau adalah contoh nyata bahwa belajar sepanjang hayat itu mungkin. Kami bangga memiliki wisudawan seperti Pak Siens," kata Rektor.
Siens berharap ilmunya dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Ia berencana untuk terus berkontribusi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.



