Kritik Sistem SPMB: Hak Anak Bersekolah Boleh Diundi Negara?
Kritik Sistem SPMB: Hak Anak Bersekolah Diundi?

SETIAP tahun, ketika musim penerimaan murid baru tiba, republik ini mengulang ritual kesesatan pikir yang sama. Kita menyebutnya sistem. Kita membungkusnya dengan istilah teknokratis: zonasi, afirmasi, prestasi, mutasi, daya tampung, nilai rapor, TKA, dulu UN. Seolah-olah semakin rumit rumusnya, semakin adil kebijakannya. Padahal, di balik tabel kuota dan skor akademik itu, ada pertanyaan jauh lebih mendasar: sejak kapan hak anak untuk bersekolah boleh diundi oleh negara?

Polemik SPMB 2026

Polemik SPMB 2026 di berbagai daerah, yang antara lain menjadikan Tes Kemampuan Akademik sebagai penentu jalur prestasi, bukan sekadar masalah teknis. Ini adalah cerminan dari kegagalan kita dalam memaknai pendidikan sebagai hak fundamental, bukan sekadar ajang seleksi. Ketika negara sibuk merancang algoritma penerimaan, ia lupa bahwa setiap anak memiliki potensi yang tidak bisa direduksi menjadi angka-angka belaka.

Dampak pada Anak dan Orang Tua

Sistem yang terlalu rumit justru melahirkan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga kurang mampu semakin sulit bersaing karena akses terbatas pada bimbingan belajar atau informasi. Orang tua dipaksa menjadi ahli kebijakan pendidikan hanya untuk memahami skema penerimaan. Stres dan kecemasan meracuni masa-masa yang seharusnya penuh dengan semangat belajar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alternatif yang Lebih Manusiawi

Sudah saatnya kita berani bertanya: apakah tujuan pendidikan nasional? Jika ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, maka sistem penerimaan haruslah sederhana, transparan, dan berpihak pada mereka yang paling membutuhkan. Bukan malah memperumit dengan istilah-istilah yang membingungkan. Pendidikan adalah hak, bukan hadiah. Negara harus hadir untuk menjamin setiap anak mendapatkan akses yang adil, tanpa harus diundi atau diuji dengan cara yang tidak proporsional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga