Kisah Rasinah, Petani yang Antar Cucu Ikut UTBK dengan Nginep di Mobil
Kisah Rasinah, Petani Antar Cucu UTBK Nginep di Mobil

Seorang petani bernama Rasinah asal Brebes, Jawa Tengah, menjadi perbincangan setelah nekat mengantar cucunya mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Semarang. Demi menghemat biaya, ia memilih menginap di mobil selama tiga hari penuh.

Perjuangan Rasinah dan Cucunya

Rasinah mengaku rela menempuh perjalanan jauh dari desanya ke Semarang demi masa depan cucunya. Ia tidak ingin cucunya kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Keterbatasan biaya membuatnya memutuskan untuk tidur di dalam mobil yang diparkir di sekitar lokasi ujian.

Setiap malam, Rasinah dan cucunya hanya mengandalkan kursi mobil yang direbahkan sebagai tempat tidur. Mereka membawa bekal makanan sederhana dari rumah untuk menghemat pengeluaran. Meski kondisi tidak nyaman, Rasinah mengaku ikhlas demi cucunya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan dari Warga Sekitar

Kisah perjuangan Rasinah ini menyebar luas setelah diunggah di media sosial. Banyak warga yang tergerak untuk membantu. Beberapa orang memberikan bantuan berupa makanan dan uang tunai. Ada juga yang menawarkan tempat menginap gratis, namun Rasinah menolak karena ingin tetap dekat dengan lokasi ujian.

Rasinah berharap cucunya dapat lulus UTBK dan diterima di jurusan impian. Ia percaya pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib keluarga. Semangat pantang menyerah Rasinah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Fenomena Orang Tua Berjuang demi Pendidikan Anak

Kisah Rasinah bukanlah satu-satunya. Banyak orang tua di Indonesia yang rela berkorban demi pendidikan anak-anak mereka. Mulai dari menjual aset, meminjam uang, hingga tidur di pinggir jalan saat mengantar ujian. Hal ini menunjukkan betapa tingginya harapan masyarakat terhadap pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Beasiswa dan program bantuan biaya hidup perlu diperluas agar tidak ada lagi calon mahasiswa yang harus tidur di mobil demi mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga