Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akhirnya angkat bicara mengenai keluhan banyak peserta yang merasa soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) sangat menantang. Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin, 17 Mei 2026, pihak Kemendikdasmen mengungkapkan sejumlah alasan di balik tingkat kesulitan tersebut.
Faktor Tingkat Kesulitan Soal
Menurut Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, soal TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi. Oleh karena itu, soal-soal yang muncul cenderung lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman konsep yang mendalam.
Materi yang Luas dan Variatif
Selain itu, cakupan materi TKA sangat luas, mencakup seluruh kompetensi yang telah dipelajari selama jenjang pendidikan tertentu. Tidak hanya satu atau dua mata pelajaran, tetapi mencakup berbagai bidang ilmu. Hal ini membuat peserta harus mempersiapkan diri dengan matang dan tidak bisa hanya mengandalkan materi yang dihapal sesaat.
Kemendikdasmen juga menekankan bahwa soal TKA tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga keterampilan literasi dan numerasi. Peserta dituntut untuk mampu membaca, memahami, dan menginterpretasi data serta informasi yang disajikan dalam berbagai format, seperti grafik, tabel, dan teks panjang.
Tujuan Pendidikan yang Lebih Baik
Pihak Kemendikdasmen menegaskan bahwa tantangan dalam TKA bukanlah untuk menyulitkan peserta, melainkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan soal yang menantang, diharapkan peserta didik terbiasa berpikir kritis dan kreatif, sehingga siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan selanjutnya maupun di dunia kerja.
Mereka juga mengimbau agar peserta tidak perlu khawatir berlebihan. Persiapan yang baik, seperti belajar secara konsisten, mengerjakan latihan soal, dan memahami konsep dasar, akan sangat membantu dalam menghadapi TKA. Kemendikdasmen berjanji akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan sistem asesmen agar lebih adil dan efektif.



