13 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat 2026, Lulus Langsung CPNS
13 Sekdin Sepi Peminat 2026, Lulus Langsung CPNS

Sebanyak 13 sekolah kedinasan di Indonesia mengalami penurunan jumlah peminat pada tahun 2026. Padahal, lulusan dari sekolah-sekolah ini memiliki peluang besar untuk langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Daftar 13 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat

Berdasarkan data terbaru, berikut adalah 13 sekolah kedinasan yang sepi peminat pada tahun 2026:

  • Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  • Politeknik Statistika STIS
  • Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
  • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)
  • Sekolah Tinggi Perikanan (STP)
  • Politeknik Pertanian Negeri (Poltanesa)
  • Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP)
  • Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di beberapa daerah
  • Sekolah Tinggi Penerbangan (STPI)
  • Politeknik Perikanan Negeri Tual
  • Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)
  • Politeknik Imigrasi (Poltekim)
  • Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)

Penyebab Sepi Peminat

Beberapa faktor yang menyebabkan sepi peminat antara lain kurangnya sosialisasi, lokasi yang jauh, dan persepsi bahwa sekolah tersebut kurang populer dibandingkan universitas negeri. Padahal, lulusan sekolah kedinasan memiliki jaminan pekerjaan sebagai CPNS setelah menyelesaikan pendidikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peluang Besar bagi Calon Mahasiswa

Bagi calon mahasiswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, sekolah kedinasan adalah pilihan tepat. Dengan mendaftar di sekolah yang sepi peminat, peluang diterima semakin besar. Selain itu, biaya pendidikan relatif terjangkau karena disubsidi pemerintah.

Pendaftaran untuk tahun 2026 masih dibuka. Calon pendaftar disarankan untuk mempersiapkan diri dengan belajar materi ujian dan mengikuti bimbingan jika diperlukan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjadi CPNS tanpa melalui tes CPNS umum yang ketat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga