Pemprov DKI Tetapkan 16.920 Mahasiswa Penerima KJMU Tahap II 2025, 2.524 Baru
16.920 Mahasiswa Dapat KJMU Tahap II, 2.524 Penerima Baru

Pemprov DKI Tetapkan 16.920 Mahasiswa Penerima KJMU Tahap II 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan sebanyak 16.920 mahasiswa sebagai penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 2.524 mahasiswa merupakan penerima baru yang bergabung dalam program bantuan pendidikan ini. Penetapan ini diumumkan dalam Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap Kedua Tahun 2025 yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penambahan Penerima Baru dan Tujuan Program

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa penambahan penerima baru KJMU terjadi seiring dengan adanya mahasiswa yang telah lulus serta perubahan status pada penerima manfaat sebelumnya. "Tahap dua ini dibagikan 16.920 siswa. 2.524 baru karena ada yang lulus dan sebagainya," ujar Pramono dalam forum tersebut. Ia menekankan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerima bantuan ini karena keterbatasan anggaran daerah.

Program KJMU dirancang sebagai instrumen untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Pramono menyatakan keyakinannya bahwa beasiswa seperti KJMU dapat membantu memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga. "Saya adalah orang yang sangat percaya dan yakin bahwa untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, maka yang namanya beasiswa atau KJMU inilah salah satu hal yang bisa membantu untuk itu," kata Pramono.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebaran Penerima di Perguruan Tinggi

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan bahwa 16.920 mahasiswa penerima KJMU tersebut tersebar di 97 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia dan 17 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah DKI Jakarta. Khusus untuk penerima baru, 2.524 mahasiswa tersebut tersebar pada 69 PTN dan 16 PTS.

Nahdiana menegaskan bahwa melalui bantuan pendidikan ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya membuka akses bagi mahasiswa baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang masih aktif menempuh studi. Tujuannya adalah agar mereka dapat menyelesaikan perkuliahannya secara berkelanjutan dan tepat waktu. "Melalui forum ini, Dinas Pendidikan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan juga memperkuat pembinaan, pendampingan, serta penguatan komitmen akademik bagi para penerima manfaat," jelas Nahdiana.

Program KJMU Tahap II 2025 ini mencerminkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pendidikan tinggi dan mengurangi kesenjangan ekonomi melalui bantuan finansial yang terarah. Dengan penyebaran yang luas di berbagai perguruan tinggi, diharapkan lebih banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat meraih kesempatan belajar yang lebih baik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga