Jakarta - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat lonjakan signifikan partisipasi siswa dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) tahun 2026. Jumlah pendaftar mencapai lebih dari 716 ribu peserta dari jenjang SD dan SMP sederajat.
Rincian Peserta OSN-K 2026
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengungkapkan bahwa angka tersebut terdiri dari 418.918 peserta SD/MI dan 297.955 peserta SMP/MTs. Peningkatan ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap sains di kalangan pelajar.
“Peningkatan partisipasi ini menandakan semangat belajar dan kecintaan terhadap sains semakin tumbuh. Kami berharap OSN-K menjadi wadah pengembangan potensi sekaligus pembentuk karakter jujur, disiplin, dan tangguh,” ujar Irene di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Lonjakan Partisipasi dari Tahun ke Tahun
Untuk jenjang SD, peserta berasal dari 38 provinsi dan enam Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), meningkat 21 persen dibanding tahun lalu. Sementara jenjang SMP mencatat kenaikan 15 persen dibanding 2025.
Sistem Pengawasan Berlapis
Menghadapi jumlah peserta yang besar, Puspresnas memperketat pengawasan untuk menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi. Sistem pengawasan berlapis diterapkan, melibatkan pengawas silang, pemantauan panitia pusat dan daerah, siaran langsung (live streaming), serta dokumentasi pelaksanaan dari berbagai wilayah, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
“Langkah ini untuk memastikan proses seleksi berlangsung transparan, akuntabel, dan objektif,” tegas Irene.
Seleksi Menuju OSN-P
Peserta yang lolos OSN-K akan melanjutkan ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P). Melalui kompetisi inklusif dan berintegritas ini, Kemendikdasmen berkomitmen membangun ekosistem prestasi yang adil dan mencetak generasi unggul di bidang riset dan inovasi.



