Mahasiswi UI Akui Kesalahan dan Minta Maaf Atas Aksi Coret-coret Serban Polwan
Universitas Indonesia (UI) telah memberikan penjelasan resmi terkait insiden mahasiswi yang mencoret-coret serban seorang polisi wanita (polwan) saat demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). Kejadian ini terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026, dan menjadi sorotan publik setelah video aksi tersebut beredar luas di media sosial.
UI Menyayangkan Insiden di Luar Rencana
Pihak kampus menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan yang dilakukan oleh oknum yang mengenakan atribut almamater UI tersebut. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Maret 2026, UI menegaskan bahwa berdasarkan investigasi internal, pelaku sebenarnya bukan mahasiswa UI meskipun mengenakan seragam kampus.
"UI menyayangkan adanya sejumlah kejadian di luar rencana di lapangan," bunyi pernyataan resmi universitas. "Dari video yang beredar, ditemukan oknum yang bukan mahasiswa UI tetapi mengenakan atribut almamater UI dan bersikap tidak pantas terhadap aparat kepolisian."
Universitas juga mengkonfirmasi adanya tindakan mencorat-coret pakaian yang dikenakan polwan oleh seorang mahasiswa selama aksi unjuk rasa berlangsung. Pihak kampus telah melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh dengan memanggil semua pihak yang terlibat untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.
Proses Klarifikasi dan Pengakuan Mahasiswi
Setelah melalui proses klarifikasi yang objektif dan mengedepankan asas pembinaan, terungkap bahwa mahasiswi pelaku aksi tersebut berinisial MRM. Dalam proses tersebut, MRM secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
"Saya dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada T, polisi wanita selaku aparat Kepolisian Republik Indonesia yang terdampak atas tindakan saya pada saat aksi berlangsung," ujar MRM dalam pernyataan maafnya.
Mahasiswi tersebut mengakui bahwa perbuatannya tidak tepat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai etika serta sikap saling menghormati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa Universitas Indonesia. Dia menyadari bahwa tindakan mencoret-coret serban polwan tersebut melanggar prinsip dasar dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Komitmen untuk Pembinaan dan Proses Belajar
MRM menyatakan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran penting baginya untuk lebih bijak dalam bersikap dan mengekspresikan pendapat di depan umum. Dia menyampaikan penyesalan yang tulus atas tindakan yang telah dilakukan dan berkomitmen penuh untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia.
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi saya untuk lebih bijak dalam bersikap dan mengekspresikan pendapat di ruang publik," lanjut MRM. "Saya menyampaikan penyesalan yang tulus serta berkomitmen untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia dengan penuh tanggung jawab."
Universitas Indonesia menegaskan akan melakukan pembinaan terhadap mahasiswi yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di institusi pendidikan tinggi tersebut. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai etika dan penghormatan terhadap aparat penegak hukum tetap dijunjung tinggi oleh seluruh civitas akademika UI.
Latar Belakang Demonstrasi BEM UI
Insiden ini terjadi dalam konteks unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Demonstrasi tersebut berlangsung pada akhir Februari 2026 dan menarik perhatian publik karena melibatkan sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi ternama tersebut.
Meskipun demonstrasi pada dasarnya merupakan hak konstitusional mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, tindakan mencoret-coret serban polwan dinilai telah melampaui batas yang wajar dalam menyampaikan pendapat. Universitas Indonesia menekankan pentingnya menjaga etika dan sopan santun dalam setiap aksi demonstrasi, terutama ketika berinteraksi dengan aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kampus yang selalu mengedepankan pendidikan karakter dan etika bagi mahasiswanya. UI berkomitmen untuk terus membina mahasiswanya agar dapat menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan menghormati pihak lain, termasuk aparat penegak hukum yang bertugas menjaga ketertiban umum.
