Demo Mahasiswa UNM Makassar Berakhir Ricuh, Ojol Jebol Pagar Kampus
Demo UNM Makassar Ricuh, Ojol Jebol Pagar Kampus

Demo Mahasiswa UNM Makassar Berakhir Ricuh, Ojol Jebol Pagar Kampus

Unjuk rasa mahasiswa di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir dengan kericuhan pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Massa pengemudi ojek online atau ojol merangsek masuk ke kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk mencari mahasiswa yang berdemo, setelah salah satu motor rekannya dirusak dalam aksi tersebut.

Kronologi Kericuhan yang Memanas

Menurut laporan dari detikSulsel, kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Massa aksi yang sebelumnya berkumpul di Jalan Pendidikan terlibat dalam aksi saling lempar batu dengan pengguna jalan dan sejumlah pria berpakaian ojol. Massa berulang kali menembakkan petasan dari kegelapan di Jalan Pendidikan, sementara massa pengendara dan ojol melempar dari Jalan AP Pettarani.

Hingga pukul 19.50 WITA, kericuhan masih berlangsung di lokasi, dengan lalu lintas yang tertutup total akibat blokade jalan. Kepala UPT Keamanan UNM, Dahlan, mengungkapkan bahwa gesekan antara mahasiswa dan ojol berawal setelah massa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WITA.

Pemicu Konflik: Motor Ojol Dirusak

Dahlan menjelaskan kronologi insiden ini. "Kronologinya itu adalah ada satu ojol yang dilempari pengunjuk rasa yang di Jalan Pendidikan Raya. Dia (massa) rusak motornya itu ojol, dia tidak terima, makanya dihancurkan, melempari videotron milik UNM," ujarnya kepada detikSulsel di lokasi kejadian.

Pengemudi ojol tersebut tidak terima hingga terjadi keributan. Massa ojol yang berkumpul kemudian mulai melakukan penyerangan dari Jalan AP Pettarani. Mereka muncul di jalan setelah pihak BEM UNM membubarkan diri pada sore hari dan lanjut menutup jalan hingga malam.

Kampus Dijebol, Pengamanan Kewalahan

Dahlan menyebut bahwa tim pengamanan kampus kewalahan menghalau massa setelah pagar Menara Pinisi UNM dijebol. Massa ojol kemudian merangsek masuk mencari mahasiswa tanpa pengaman dari pihak kepolisian, menciptakan situasi yang semakin tegang dan berbahaya.

Insiden ini menyoroti ketegangan antara mahasiswa dan komunitas ojol di Makassar, dengan dampak langsung pada keamanan kampus dan lalu lintas kota. Blokade jalan yang terjadi juga mengganggu aktivitas warga sekitar, menambah kompleksitas situasi yang sudah memanas.