BEM UI Gelar Aksi #AparatKeparat di Depan Mabes Polri, Tuntut Keadilan atas Kematian Pelajar
Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) resmi menggelar demonstrasi bertajuk #AparatKeparat di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada hari ini, Jumat 27 Februari 2026. Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap kekerasan aparat yang berujung pada tewasnya seorang pelajar berinisial AT (14) di Tual, Maluku Utara.
Lima Poin Tuntutan Utama dalam Aksi Massa
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, secara tegas menyampaikan bahwa aksi ini digelar sebagai respons langsung atas insiden tragis tersebut serta berbagai tindakan represif lainnya. "Kami mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas," tegas Hafidz dalam konfirmasinya.
Lebih lanjut, BEM UI merumuskan lima tuntutan pokok yang akan diserahkan kepada pihak kepolisian:
- Penjatuhan hukuman maksimal bagi polisi yang diduga membunuh pelajar AT dan aparat pelaku tindakan represif lainnya.
- Pencopotan Kapolri Listyo Sigit dan Kapolda Maluku Dadang Hartanto dari jabatannya.
- Pembebasan tanpa syarat seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
- Penegakan batasan kewenangan serta penarikan personel Polri dari jabatan-jabatan sipil.
- Perwujudan hasil konkret Reformasi Polri secara menyeluruh, mencakup aspek struktural, kultural, dan instrumental melalui komisi percepatan.
Pengamanan Ketat oleh Polda Metro Jaya dengan Ribuan Personel
Menanggapi rencana aksi ini, Polda Metro Jaya telah menyiagakan sebanyak 3.093 personel kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Personel tersebut tidak hanya ditempatkan di sekitar lokasi demo, tetapi juga di berbagai titik Objek Vital Nasional (Obvitnas), termasuk area di depan kantor PLN yang berdekatan dengan Mabes Polri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budo Hermanto, menjelaskan bahwa penempatan personel ini juga mencakup pusat keramaian, pasar, dan lokasi aktivitas masyarakat lainnya. "Ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah gangguan dan memastikan aktivitas warga tetap berjalan lancar," ujar Budo.
Aksi demonstrasi ini menyoroti kembali isu reformasi kepolisian dan akuntabilitas aparat, yang menjadi perhatian publik setelah insiden kekerasan terhadap pelajar AT. BEM UI berharap tuntutan mereka dapat mendorong perubahan sistemik dalam tubuh Polri serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarga.



