Mendikdasmen Imbau Siswa Kurangi Waktu Main Gadget Selama Libur Lebaran
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, memberikan imbauan penting kepada para siswa di seluruh Indonesia. Dia meminta agar libur Lebaran tahun 2026 tidak dihabiskan hanya dengan bermain gawai atau gadget. Sebaliknya, Mu’ti mendorong siswa untuk memperbanyak silaturahmi dan kegiatan bermanfaat lainnya.
Pesan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada Selasa, 17 Maret 2026, yang juga dihadiri oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, dan Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. Mu’ti menegaskan bahwa momen Lebaran hingga libur bersama bukan sekadar waktu untuk bersantai, tetapi harus dimanfaatkan secara optimal oleh siswa.
Orang Tua Diminta Batasi Screen Time Anak
Dalam kesempatan itu, Mu’ti juga mengingatkan para orang tua dan keluarga untuk memperhatikan serta membatasi durasi penggunaan gawai atau screen time anak-anak selama libur Lebaran di rumah. “Perhatikan screen time. Jangan terlalu banyak terpapar oleh layar. Karena itu tidak sehat untuk mata dan juga jika mengakses informasi yang tidak berguna, bisa tidak sehat untuk pikiran kita,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.
Imbauan ini sejalan dengan Surat Edaran Bersama tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Mu’ti menekankan pentingnya menggunakan waktu libur untuk kegiatan yang lebih produktif dan mendukung perkembangan sosial siswa.
Mudik Sebagai Sarana Pembelajaran Nilai dan Budaya
Mu’ti menjelaskan bahwa kegiatan mudik, yang sering menjadi bagian tak terpisahkan dari libur Lebaran, dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang berharga bagi siswa. Menurutnya, mudik bukan hanya tentang pulang ke kampung halaman, tetapi juga media untuk membangun relasi dan kohesi sosial.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar di kampung halaman. Jadi ini yang menurut saya penting kami tekankan, sehingga mudik tidak hanya menjadi kegiatan di mana kita pulang ke kampung halaman, tapi juga media internalisasi nilai-nilai dan budaya bangsa luhur yang harus kita pertahankan dan terus kita jaga bersama-sama,” kata Mu’ti.
Dia berharap mudik menjadi momentum bagi siswa untuk memperbaiki hubungan sosial dengan keluarga, baik dekat maupun jauh, alih-alih menghabiskan waktu hanya dengan bermain gadget. Dengan demikian, libur Lebaran dapat menjadi ajang untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia.
