60.000 Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang, Bukan Data SNBP 2026
60.000 Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang, Bukan Data 2026

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar tentang 60.000 calon mahasiswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 namun belum mendaftar ulang karena terkendala biaya kuliah. Eduart menegaskan bahwa angka tersebut bukan data tahun ini, melainkan data tahun 2025.

Klarifikasi Data 60.000 Calon Mahasiswa

Eduart menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak tepat. Angka 60.000 tersebut merupakan jumlah calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang dari seluruh jalur seleksi, termasuk SNBP, SNBT, dan jalur mandiri pada tahun 2025. "Yang pertama, kan yang beredar itu kan 60.000 tidak mendaftar di SNBP, itu tidak tepat. Karena 60.000 itu tidak mendaftar ulang dari seluruh jalur SNBP-SNBT sampai dengan mandiri di tahun 2025," ucap Eduart dalam sambungan telepon, Jumat (26/6/2026).

Menurut Eduart, kasus bangku kosong di perguruan tinggi negeri (PTN) pada tahun lalu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah ketidaksesuaian pilihan program studi, perubahan minat calon mahasiswa, dan kondisi finansial keluarga. Eduart menambahkan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Penyebab Bangku Kosong

Eduart merinci beberapa penyebab utama terjadinya bangku kosong di PTN. Pertama, calon mahasiswa yang lolos seleksi mungkin tidak mendaftar ulang karena diterima di lebih dari satu perguruan tinggi dan memilih untuk tidak mengambil kursi di PTN. Kedua, adanya calon mahasiswa yang mengundurkan diri karena alasan pribadi, seperti pindah domisili atau memilih bekerja. Ketiga, kendala biaya masih menjadi faktor signifikan, meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai skema bantuan seperti KIP Kuliah.

Eduart menekankan bahwa data tahun 2025 tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai situasi tahun ini. Pihak SNPMB 2026 terus berupaya memastikan proses seleksi berjalan lancar dan transparan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Upaya Mengatasi Kendala Biaya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyediakan berbagai program bantuan pendidikan bagi calon mahasiswa kurang mampu, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selain itu, setiap PTN juga memiliki skema beasiswa dan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu. Eduart berharap dengan adanya program-program tersebut, tidak ada lagi calon mahasiswa yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena masalah biaya.

Ia juga mengingatkan calon mahasiswa untuk aktif mencari informasi tentang beasiswa dan bantuan biaya yang tersedia. "Jangan ragu untuk menghubungi pihak kampus atau pusat informasi SNPMB jika mengalami kesulitan finansial. Ada banyak jalur bantuan yang bisa dimanfaatkan," ujar Eduart.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga