Seskab Teddy Tegaskan Komitmen Pemerintah Wujudkan Akses Pendidikan Setara
Seskab Teddy: Pendidikan Setara Bukan Sekadar Kebijakan di Atas Kertas

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia dan memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak. Ia menekankan bahwa kebijakan di bidang pendidikan tidak boleh hanya menjadi wacana di atas kertas, melainkan harus benar-benar hadir di ruang-ruang kelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy saat menghadiri acara "Belajaraya Jakarta 2026" yang digagas oleh Semua Murid Semua Guru (SMSG) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Pemerintah Hadir di Bidang Pendidikan

"Negara semakin hadir, khususnya di bidang pendidikan. Bukan nanti, tapi sekarang. Karena pendidikan harus saat ini, bukan hanya ada di atas kertas. Tetapi kebijakan itu hadir di ruang-ruang kelas bersama seluruh komunitas pendidikan yang ada," ujar Teddy dalam keterangan yang dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (3/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teddy mencontohkan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, yaitu pendirian Sekolah Rakyat. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk mereka yang putus sekolah. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak tersebut dapat memperoleh akses pendidikan yang layak untuk masa depan mereka.

"Kita ingin semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. Bapak Presiden, untuk anak-anak yang tertinggal, beliau buatlah Sekolah Rakyat. Bukan nanti, tapi sekarang. Karena pendidikan harus saat ini," jelasnya.

Pemerintah dan Komunitas Pendidikan Bersinergi

Dalam kesempatan tersebut, Teddy menyampaikan salam untuk seluruh komunitas pendidikan, relawan, dan penggerak pendidikan. Ia juga mempersilakan mereka untuk memberikan masukan dan koreksi guna mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

"Kami butuh sekali komunitas pendidikan, kami butuh sekali para relawan, para penggerak untuk memberikan saran, masukan, umpan balik, bahkan koreksi, sehingga pemerintah dan penggerak komunitas dapat berjalan beriringan bersama-sama," tutur Teddy.

"Saya tahu bahwa pemerintah saja tidak cukup. Komunitas pendidikan jauh lebih dekat dengan anak-anak itu sendiri," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga