Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ubah Siswa Jadi Percaya Diri dan Berprestasi
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ubah Siswa Jadi Percaya Diri

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan peluang setara dalam mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hal ini disampaikan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Perubahan Positif Siswa Sekolah Rakyat

Gus Ipul menuturkan, "Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya." Dalam kesempatan tersebut, ia mempertemukan calon siswa dengan siswa yang telah menjalani pembelajaran selama satu tahun sejak Sekolah Rakyat rintisan pada Juli 2025.

"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan," katanya. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga pada desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah, seperti tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prestasi dan Cita-cita Siswa

Salah satu siswa yang mengalami perubahan adalah Novatul Alratia (14) dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Awalnya pemalu dan kurang percaya diri, setelah menjadi siswi SRMP 18 Lombok Barat, ia menorehkan prestasi sebagai juara pertama pencak silat tingkat nasional. Kini, Novatul mantap ingin menjadi polisi wanita. Sang ibu mengaku putrinya kini lebih disiplin, percaya diri, serta sering membantu pekerjaan di rumah. Menurutnya, Novatul sempat kehilangan rasa percaya diri setelah ekonomi keluarganya terdampak pandemi.

Sementara itu, Haikal Abdul Majid (14), siswa SRMP 18 Lombok Barat, bercita-cita menjadi psikolog. Haikal yang tinggal bersama bibinya setelah terjadi masalah keluarga, mengaku senang dapat menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. "Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini," ujar Haikal. Bibi Haikal menyatakan, keponakannya mengalami perubahan khususnya dalam hal kedisiplinan dan kepercayaan diri. Sejak menimba ilmu di Sekolah Rakyat, Haikal bahkan berani menjadi imam di sekolah.

Komitmen Negara untuk Pendidikan Layak

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem agar anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berasrama selama 24 jam. Ia berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, memiliki keterampilan, serta menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

"Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan," pungkas Gus Ipul.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga