Guru PKN di Purwakarta Tunjukkan Sikap Teladan dengan Memaafkan Siswa yang Viral Acungkan Jari Tengah
Seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, yang akrab disapa Bu Atun, telah memaafkan siswanya yang terlibat dalam insiden viral mengacungkan jari tengah. Kejadian ini terjadi setelah kelas berakhir pada Kamis lalu dan melibatkan sembilan siswa dari kelas IX IPS, yang direkam dan menyebar luas di media sosial.
Reaksi Guru Setelah Mengetahui Video Viral
Syamsiah mengaku baru mengetahui adanya video tersebut setelah menjadi viral di platform media sosial. Meski merasa sedih dan terluka secara manusiawi akibat perlakuan tidak pantas dari muridnya, ia memilih untuk tidak membiarkan perasaan itu merusak keimanannya. Dalam pernyataannya, ia menyatakan, "Saya manusiawi kalau saya sedih, tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih, dan sakit manusiawi, tapi keimanan saya mengobati luka hati saya agar anak-anak saya selamat dunia akhirat, itu yang ada di hati saya."
Pilihan untuk Memaafkan dan Mendoakan
Alih-alih mengambil langkah hukum atau melaporkan siswa-siswa tersebut, Bu Atun menunjukkan sikap penuh keteladanan dengan memaafkan mereka. Ia bahkan mendoakan para siswa agar menyadari kesalahan, tumbuh menjadi pribadi berakhlak baik, dan menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. "Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," tegasnya.
Fokus pada Peran Pendidik
Syamsiah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melaporkan para siswa yang terlibat. Baginya, tujuan utama sebagai seorang pendidik adalah membimbing dan memperbaiki perilaku anak didik, bukan menghukum mereka. Ia percaya bahwa pendekatan ini lebih efektif dalam membentuk karakter siswa dan mencegah tindakan serupa di kemudian hari.
Insiden ini telah memicu perbincangan publik tentang etika siswa dan peran guru dalam pendidikan karakter. Dengan sikapnya, Bu Atun memberikan contoh nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan dapat mengatasi konflik, sekaligus mengingatkan pentingnya saling menghormati dalam lingkungan sekolah.



