Guru di Kepulauan Anambas Akhirnya Bisa Mudik Lebaran Setahun Bertugas
Guru Anambas Akhirnya Mudik Lebaran Setahun Bertugas

Guru di Kepulauan Anambas Akhirnya Bisa Mudik Lebaran Setahun Bertugas

Mudik telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nanti masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan banyak orang untuk merayakan momen spesial tersebut bersama keluarga di kampung halaman. Kerinduan serupa juga dirasakan oleh Pandu Dewa Putra, guru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 12 Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Perjalanan Pertama Setelah Bekerja

Pria berusia 26 tahun asal Batam ini terlihat sangat antusias untuk mudik agar dapat merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Maklum saja, sejak pertama kali bertugas di Kepulauan Anambas, dia belum pernah pulang kampung sama sekali. Dewa mengungkapkan ada perbedaan yang dirasakan dalam perjalanan kali ini dibandingkan dengan mudik pada tahun-tahun sebelumnya.

"Perbandingannya sangat kontras. Ini jadi mudik saya yang pertama saat sudah bekerja," kata Dewa dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dewa menjelaskan bahwa menjadi guru bimbingan konseling di SRT 12 Kepulauan Anambas merupakan pekerjaan pertamanya sejak lulus kuliah. Sebelum bergabung di Sekolah Rakyat, dia sempat melamar pekerjaan sebagai guru di beberapa sekolah swasta di Batam dan membuka les privat di rumahnya.

Perjuangan Mendapatkan Tiket

Pria lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu mengaku, mudik tahun ini terasa berbeda karena dirinya lebih bersemangat untuk pulang kampung. Dewa bercerita, letak geografis Kepulauan Anambas yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan, membuatnya sempat kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Batam.

Awalnya, dia mencoba membeli tiket kapal Pelni, tetapi tidak ada waktu keberangkatan yang dirasa cocok. Dia kemudian berupaya mencari tiket kapal feri cepat dengan rute Kepulauan Anambas ke Batam. Namun, tiket kapal feri cepat pun habis dalam waktu sekejap. Hal yang sama juga terjadi dengan tiket pesawat.

"Akhirnya berdoa saja lah sama yang di atas, semoga ada (kapal) Feri tambahan. Nah, ternyata ada," ungkap Dewa.

Perjalanan Panjang 12 Jam

Dewa mengatakan harus menempuh perjalanan selama hampir 12 jam untuk menuju kampung halamannya. Perjalanan dimulai dengan menggunakan speedboat dari Kepulauan Anambas ke ibu kota kepulauan, Tarempa di Pulau Siantan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Kemudian dilanjutkan menggunakan kapal feri menuju Batam selama 10 jam.

"Dari pelabuhan ke rumah lanjut perjalanan darat sekitar 50 menit," jelasnya.

Membawa Cerita dari Sekolah Rakyat

Perbedaan lainnya yang dirasakan Dewa pada mudik tahun ini adalah dia pulang ke rumah dengan membawa banyak cerita mengenai Sekolah Rakyat. Terutama soal harapan anak-anak didiknya yang sedang dibangun dengan kerja keras.

"Saya sangat senang ketika siswa saya yang dari keluarga kurang mampu akhirnya bisa sekolah lagi, semangat mereka mengejar cita-cita begitu besar," katanya.

Dewa menjelaskan alasannya ikut mendaftar sebagai guru di Sekolah Rakyat karena program pendidikan gratis ini bertujuan membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dia memberikan kontribusinya dalam proses tersebut setelah lolos seleksi.

Harapan untuk Kunjungan Presiden

Dewa pun berharap suatu saat Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dapat mengunjungi SRT 12 Kepulauan Anambas.

"Saya berharap Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bisa datang ke SR Anambas untuk mengecek kondisi kami yang ada di utara Indonesia ini," tutupnya.

Les privat yang diberikan Dewa sebelumnya menyasar anak-anak jenjang SD dan SMA yang ada di sekitar rumahnya di Batam, dengan fokus pada pengajaran dasar seperti membaca dan menghitung. Setelah mendengar adanya lowongan pendaftaran sebagai guru di Sekolah Rakyat, dia pun mencoba peruntungannya dan berhasil lolos sebagai guru bimbingan konseling dengan penempatan di SRT 12 Kepulauan Anambas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga