Kemendagri Gelar Workshop Perluas Akses Beasiswa Luar Negeri bagi PNS
Kemendagri Gelar Workshop Beasiswa Luar Negeri bagi PNS

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Fasker) menggelar Workshop Pelatihan dan Beasiswa Luar Negeri bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah (Pemda). Workshop ini digelar untuk mendorong peningkatan kompetensi aparatur, salah satunya dengan memperluas akses terhadap pelatihan dan beasiswa luar negeri.

Pentingnya Kapasitas ASN untuk Indonesia Emas 2045

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong yang hadir sebagai pembicara menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Transformasi tata kelola pemerintahan hanya akan berhasil jika didukung aparatur yang kompetitif, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global," ujar Bahtra dalam sesi diskusi di Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Bahtra, peningkatan kapasitas ASN harus beriringan dengan reformasi birokrasi, termasuk penyederhanaan regulasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. Dengan kapasitas yang memadai, ASN diharapkan mampu menjadi penggerak birokrasi dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

UU ASN dan Beragam Skema Pengembangan Kompetensi

Bahtra merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang memberikan ruang bagi setiap ASN untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai skema. Skema tersebut mencakup pelatihan, seminar, diskusi, tugas belajar, short course, program beasiswa luar negeri, magang, fellowship, hingga pertukaran pegawai. "Berbagai program tersebut menjadi instrumen penting untuk mempercepat peningkatan kualitas aparatur sekaligus memperkecil kesenjangan kompetensi," jelasnya.

Kesempatan belajar di luar negeri, lanjut Bahtra, memberikan pengalaman dan perspektif baru yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Tanah Air. Ia menegaskan, "ASN yang belajar di luar negeri diharapkan kembali sebagai agen perubahan dengan membawa praktik-praktik terbaik untuk memperkuat kualitas kebijakan, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik di Indonesia."

Manfaat Belajar di Luar Negeri bagi ASN

Lebih lanjut, Bahtra menjelaskan bahwa pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa asing, tetapi juga memperluas jejaring internasional, mempercepat transfer teknologi dan budaya, serta memperkaya perspektif ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat diadaptasi menjadi berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan birokrasi dan pelayanan publik di Indonesia.

Dukungan Komisi II DPR RI

Dalam kesempatan itu, Bahtra juga menegaskan dukungan Komisi II DPR RI terhadap berbagai upaya Kemendagri dalam memperluas akses pendidikan dan pelatihan bagi aparatur, termasuk melalui program beasiswa luar negeri. Menurutnya, pengembangan kompetensi aparatur merupakan investasi jangka panjang untuk membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga