Silaturahmi atau Silaturahim? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Di momen Lebaran, tradisi silaturahmi menjadi kegiatan yang sangat dinantikan. Aktivitas mengunjungi keluarga, kerabat, hingga tetangga untuk bermaafan dan mempererat tali persaudaraan ini telah mengakar dalam budaya Indonesia. Namun, sering muncul pertanyaan: mana penulisan yang benar antara silaturahmi dan silaturahim?
Penulisan Baku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar adalah silaturahmi. Arti silaturahmi dalam KBBI didefinisikan sebagai tali persahabatan atau persaudaraan. Hal ini menegaskan bahwa dalam konteks bahasa Indonesia, bentuk ini telah diakui secara resmi sebagai istilah baku.
Asal Usul dan Makna dalam Bahasa Arab
Kata "silaturahmi" atau "silaturahim" berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: shilat dan al-rahim atau al-rahmi. Istilah "shilat" berarti sambungan, menyambung, menjalin, atau menghubungkan. Sementara itu, al-rahim atau al-rahmi berasal dari akar kata yang sama, yaitu rahima - yarhamu, yang dapat menghasilkan dua makna berbeda:
- Kasih sayang
- Rasa sakit pada rahim wanita setelah melahirkan
Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW lebih sering menggunakan kata "rahim" untuk merujuk pada kekerabatan. Contohnya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa barang siapa ingin dilapangkan rezekinya atau ditambahkan umurnya, hendaklah menyambung kekerabatannya. Hadis-hadis lain juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan sebagai bagian dari iman.
Transformasi Makna dalam Bahasa Indonesia
Meskipun secara makna literal bahasa Arab, kata "silaturahim" mungkin lebih tepat, Majelis Tarjih berpendapat bahwa jika kata "silaturahmi" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia, maka tidak mengapa menuliskan atau mengucapkannya sesuai dengan kemudahan bagi penutur. Ketika seseorang mengatakan "silaturahmi", maknanya dikembalikan ke konteks Indonesia dan tidak harus diartikan secara harfiah dalam bentuk Arab, karena kata tersebut telah mengalami transformasi makna.
Dengan demikian, dalam praktik sehari-hari, terutama di Indonesia, penggunaan "silaturahmi" sudah cukup umum dan diterima. Tradisi ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga simbol perdamaian dan persatuan yang memperkuat ikatan sosial di masyarakat.



