Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi besar untuk memperkuat penguasaan bahasa asing di kalangan pelajar Indonesia. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Paris, ia secara tegas menginstruksikan agar bahasa Prancis diajarkan di semua jenjang sekolah di Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi menyongsong dinamika global yang semakin kompleks.
Pernyataan Prabowo di Paris
Saat berpidato di Istana Elysee Paris, Prabowo menyatakan, "Saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan." Pernyataan ini disampaikan di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menandai eratnya hubungan kedua negara, terutama di bidang pertahanan, sains, dan teknologi.
Prabowo optimistis bahwa kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Prancis akan semakin konkret, seimbang, dan berdampak luas di masa mendatang. "Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak," ujarnya.
Bahasa Portugis Jadi Prioritas
Tak hanya bahasa Prancis, Prabowo juga menginstruksikan pengajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah Indonesia. Keinginan ini ia sampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka Jakarta pada Oktober 2025. Menurut Prabowo, keputusan ini membuktikan bahwa Indonesia memandang Brasil sebagai mitra penting.
"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia," kata Prabowo dalam sesi pertemuan bilateral. Ia telah memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk mulai mengajarkan bahasa Portugis di sekolah-sekolah.
Respons Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji penerapan pelajaran bahasa Portugis di sekolah. Kajian ini merupakan bagian dari program pengembangan bahasa asing. "Jadi kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya," kata Abdul Mu'ti usai rapat bersama Komisi X DPR RI.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada lima bahasa asing yang diajarkan, yaitu Bahasa Arab, Prancis, Mandarin, Jepang, dan Korea. Bahasa Inggris sendiri sudah menjadi mata pelajaran wajib, dan mulai tahun 2027 akan diajarkan mulai kelas 3 SD. "Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya. Dan nanti tentu saja, kalau sekarang ini skemanya memang masih merupakan skema yang bahasa asing pilihan," ucapnya.
Dengan demikian, kebijakan pengajaran bahasa Prancis dan Portugis diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pergaulan internasional dan membuka lebih banyak peluang kerja sama di masa depan.



