Wakil Kepala BPS: SE2026 Ukur Kontribusi Pendidikan bagi Ekonomi DIY
Wakil BPS: SE2026 Ukur Kontribusi Pendidikan bagi Ekonomi DIY

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Sonny, hasil sensus ini akan mampu mengukur secara lebih akurat kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian DIY.

Pendidikan sebagai Pilar Ekonomi DIY

DIY selama ini dikenal tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi yang relatif kuat. Kondisi ini menjadi alasan penting bagi BPS untuk melakukan pemetaan komprehensif terhadap struktur perekonomian daerah melalui SE2026. Melalui sensus ini, BPS ingin menangkap perubahan dan dinamika ekonomi secara menyeluruh, termasuk peran sektor-sektor strategis yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di DIY.

"Kalau kita lihat pendidikan ini luar biasa perannya dalam membangun bangsa, baik membangun manusia maupun ekonomi. Sehingga setelah sensus selesai, kami akan mampu menghitung kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian di DIY," ujar Sonny dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pencanangan SE2026 digelar di Teras Malioboro 1, Yogyakarta, pada Kamis (18/6). Acara tersebut turut mengangkat nilai budaya lokal melalui pelepasan jemparing atau busur panah tradisional, salah satu warisan budaya tak benda Indonesia. DIY dikenal sebagai Kota Pelajar yang menjadi tujuan pendidikan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Keberadaan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga menciptakan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung kehidupan masyarakat.

IPM DIY Peringkat Kedua Tertinggi

Keunggulan DIY di bidang pendidikan tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menempati peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Melalui SE2026, BPS akan memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai keterkaitan sektor pendidikan dengan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, perumahan, transportasi, hingga sektor-sektor penunjang lainnya.

Selain sebagai Kota Pelajar, DIY juga merupakan pusat kebudayaan dengan kekayaan warisan budaya adiluhung. Pada tahun 2024, DIY mencatatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tertinggi di Indonesia dengan nilai 71,04. Di tengah tantangan ekonomi global, DIY berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49 persen sepanjang tahun 2025, tertinggi di Pulau Jawa. Capaian ini menunjukkan ketangguhan dan resiliensi ekonomi daerah yang ditopang oleh sektor pendidikan, pariwisata, budaya, perdagangan, dan UMKM.

Ribuan Petugas Sensus Dikerahkan

Pada SE2026, BPS akan menghadirkan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Untuk mendukung pelaksanaan sensus di DIY, BPS menerjunkan sebanyak 4.082 petugas sensus yang akan mendata sekitar 606 ribu pelaku usaha.

Teras Malioboro 1 dipilih sebagai lokasi pencanangan karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat UMKM, wisata belanja, dan kuliner modern yang menjadi simbol dinamika ekonomi masyarakat Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM turut dilibatkan melalui pemberian voucher belanja kepada peserta acara.

SE2026 menghadirkan sejumlah inovasi dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya. Pendataan kali ini dilakukan secara door to door kepada keluarga dan pelaku usaha, sehingga mampu menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih menyeluruh. BPS juga memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pendataan, membantu petugas meningkatkan kualitas data sekaligus meminimalkan kesalahan input.

Ajakan Partisipasi Masyarakat

Sonny menegaskan bahwa SE2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha. Ia mengajak masyarakat mengingat slogan sederhana 'TIR', yaitu Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, Rahasia terjaga. Ia juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar memastikan tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewat serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X (KGPAA Paku Alam X), mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat. Ia menegaskan hasil SE2026 akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita memerlukan potret yang utuh mengenai dinamika usaha kita. Data tersebut akan menjadi dasar untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM, investasi, dan manfaatnya lebih terasa bagi seluruh rakyat," paparnya.

Pemerintah daerah menjadi salah satu pihak yang akan memperoleh manfaat besar dari hasil SE2026. Data yang dihasilkan akan membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) tanpa harus mengeluarkan anggaran pendataan secara mandiri melalui APBD. Prasyaratnya adalah dukungan penuh selama pelaksanaan SE2026.

Dengan karakteristiknya sebagai Kota Pelajar, pusat kebudayaan nasional, sekaligus daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, DIY menjadi salah satu wilayah strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan ekonomi daerah serta menjadi pijakan penting bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.