Prabowo Lepas Jabatan Ketua Umum PB IPSI Setelah 34 Tahun Mengabdi
Prabowo Lepas Jabatan Ketua Umum PB IPSI Setelah 34 Tahun

Prabowo Subianto Akhiri Masa Jabatan di PB IPSI Setelah Tiga Dekade Lebih

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan bahwa dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Pernyataan ini disampaikan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu tanggal 11 April 2026.

34 Tahun Pengabdian di Dunia Pencak Silat

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa hari tersebut merupakan momen yang penuh dengan kebanggaan, kebahagiaan, dan kehormatan bagi dirinya. "Kalau dihitung, hari ini bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun," ujar Presiden yang juga dikenal sebagai mantan perwira militer tersebut. Ia menegaskan bahwa pengabdiannya di PB IPSI telah dimulai sejak lama, dengan menjalani berbagai peran penting dalam kepengurusan organisasi.

Prabowo menguraikan perjalanan kariernya di PB IPSI, di mana ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode sebelum akhirnya naik menjadi Ketua Umum untuk lima periode berikutnya. "Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI," katanya dengan penuh haru, meminta restu dari seluruh keluarga besar PB IPSI.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alasan Mundur: Fokus pada Tugas Kenegaraan

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak melanjutkan jabatan di PB IPSI didasari oleh tanggung jawabnya yang semakin besar sebagai pemimpin negara. "Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketua umum PB IPSI," ungkapnya. Ia mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, aktivitasnya di organisasi pencak silat tersebut telah berkurang drastis karena kesibukan sebagai Presiden.

Lebih lanjut, Prabowo meminta maaf kepada seluruh anggota PB IPSI karena ketidakaktifannya selama hampir tiga tahun terakhir. "Saya pun minta maaf beberapa saat ini bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan tetapi saya mendukung selalu dari belakang," tambahnya, menekankan bahwa dukungannya terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia akan tetap berlanjut meski tidak lagi memegang posisi puncak.

Warisan dan Dukungan untuk Masa Depan PB IPSI

Pengumuman ini menandai akhir dari sebuah era kepemimpinan yang panjang di PB IPSI, di mana Prabowo telah memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pencak silat sebagai olahraga dan seni bela diri tradisional Indonesia. Keputusannya untuk mundur membuka peluang bagi regenerasi kepemimpinan dalam organisasi tersebut, yang diharapkan dapat membawa inovasi dan semangat baru.

Dalam Munas XVI PB IPSI, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini, serta berharap agar PB IPSI dapat terus berkembang dan berjaya di kancah nasional maupun internasional. Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi komitmennya yang tetap kuat terhadap dunia pencak silat, meski kini harus fokus pada tugas-tugas kenegaraan yang lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga