Prabowo Buka Munas IPSI XVI, Ungkap Pencak Silat Sebagai Panggilan Hidup
Prabowo: Pencak Silat Bukan Hanya Olahraga, Tapi Panggilan

Prabowo Buka Munas IPSI XVI, Ungkap Pencak Silat Sebagai Panggilan Hidup

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Sabtu, 11 Maret 2026. Dalam sambutannya, Prabowo dengan penuh semangat menegaskan bahwa pencak silat baginya bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah panggilan hidup yang mendalam.

Warisan Keluarga dan Kecintaan Awal

Prabowo membuka cerita dengan mengenang akar kecintaannya pada pencak silat, yang tidak lepas dari pengaruh kuat keluarga. Ia mengungkapkan bahwa kakeknya adalah salah satu penggemar sekaligus pendiri perguruan pencak silat Setia Hati di Madiun, yang didirikan bahkan sebelum Indonesia merdeka. "Saya ingin sedikit bernostalgia, karena kakek saya salah satu juga penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati, itu tahun sebelum kemerdekaan," kata Prabowo di hadapan peserta Munas.

Ia menambahkan bahwa kakeknya tetap rutin berlatih hingga usia lanjut, termasuk latihan pernapasan yang intens. Selain itu, orang tuanya juga pernah lama menjabat sebagai pembina di Pengurus Besar IPSI, memperkuat ikatan emosionalnya dengan dunia pencak silat. "Dan beliau latihan sampai lanjut usia di ruangan beliau, pernapasan dan sebagainya. Kemudian orang tua saya juga salah satu pembina pengurus besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa," ujarnya dengan penuh penghayatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengalaman Militer dan Integrasi Pencak Silat

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan militer di Akademi Militer. Ia menjelaskan bahwa berbagai cabang bela diri, termasuk pencak silat, menjadi materi wajib dalam kurikulum akademi tersebut. "Saudara-saudara sekalian, waktu saya masuk tentara di Akademi Militer, memang kita sudah diwajibkan belajar berbagai bela diri. Kita diwajibkan belajar judo, itu wajib, tinju, wajib, dan pencak silat sudah mulai diajarkan hampir semua, anggar pun kita wajib," paparnya.

Pengalaman ini berlanjut saat ia bertugas di satuan elite TNI, di mana pencak silat menjadi bagian integral dari pelatihan. Prabowo menyebut bahwa para prajurit diwajibkan mempelajari aliran Merpati Putih, yang dibina oleh tokoh militer Jenderal Moeng Parhadimulyo, bekas Komandan RPKAD. "Jadi saudara-saudara, saya kira ini alamiah. Begitu saya masuk dinas saya pertama di Pasukan Khusus, ya di Baret Merah waktu itu, itu juga diwajibkan kita belajar pencak silat karena dulu salah satu pembina Angkatan Darat yaitu Jenderal Moeng Parhadimulyo, bekas Komandan RPKAD, beliau juga pembina Merpati Putih. Jadi kita semua harus belajar Merpati Putih," ucapnya.

Dengan nada sedikit bercanda, Prabowo juga menyebut pengalamannya dalam latihan bela diri, "Kemudian matah-matah itu juga dulu bisa juga aku, matah-matah. Dulu, masih ada bekas-bekas luka sedikit," yang menunjukkan dedikasi dan pengalaman praktisnya.

Pencak Silat Sebagai Jati Diri Bangsa

Dengan latar belakang yang kaya ini, Prabowo menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar olahraga. Ia menyatakan bahwa pencak silat adalah bagian dari jati diri dan panggilan sebagai anak bangsa, yang mencerminkan nilai-nilai luhur Indonesia. "Jadi bisa dikatakan bahwa memang pencak silat itu bagian dari panggilan," tegasnya, menutup sambutan dengan pesan yang menginspirasi bagi seluruh anggota IPSI dan pecinta pencak silat di tanah air.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga